LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 4 May
5169

Tags

LAMPUNG POST | Panik
Susilowati, wartawan Lampung Post. Lampost.co

Panik

"KANG, simbokku pulang dari pasar kok muring-muring terus ya..?"
"Loh... yang punya simbok kamu kok jadi aku yang ditanya."
"Ya aku kan ingin berbagi to, Kang, masak aku mau marahi simbokku."
"Ya yang membuat simbokmu marah itu apa to, Le?"
"Katanya dagangannya sepi karena orang takut belanja."
"Kok takut belanja?"
"Ya karena apa-apa naik?"
"Apa-apa naik maksudnya? Setahuku yang naik tarif listrik."
"Lah apa istrimu enggak suka muring to, Kang?"
"Enggak, alhamdulillah aku dapat istri salihah. Tidak pernah muring-muring."
"Bahkan saat semua harga di pasar naik, Kang?" Ini kan erat kaitannya dengan perempuan, soal belanja kebutuhan dapur. Bawang putih, bawang merah, telor, semua naik."
"Istriku tetap tenang, Le, dia seorang manejer dapur yang baik, kalau uang belanja tetap sementara harga-harga naik, maka dia akan mengurangi bumbu, paling kami yang merasakan masakanya berubah."
Terus Kang Santri ganti yang muring?"
"Enggak, cukup tahu sama tahu."
"Kalau seperti itu dunia aman kan, dan mana juga orang-orang yang mempermainkan harga seenaknya."
"Hahhha, itu kan bagaimana kita menyiasati hidup, Le. kalau kita panik, tambah mahal saja harga-harga, karena semua orang nembang ini mahal-itu mahal, jadilah yang tidak seharusnya mahal ikut-ikutan mahal. Coba kalau kita santai seperti tak ada apa-apa, yang naikkin harga kan malu sendiri."
"Uedaaan apa Kang, hari gini tak ada orang yang punya malu, apalagi kalau ilmu yang dipakai semua ilmu kejepit terali, eee..apa ya...kapitalis, maksudnya, tak ada rasa malu."
"Lalala...lalala, kamu kok pinter, Le, tahu ilmu kejepit terali."
"Apa aku enggak boleh pinter, Kang, apa kepinteran juga hanya dikuasai orang-orang tertentu? Aku tuh tadi nyimak obrolane wong gede, ya gitu, ada kata-kata kapitalis.
"Hahaha biarlah orang pada pakai ilmu itu, kita pakai ilmu berkah saja."
"Apa enggak ketinggalan zaman, Kang?"
"Loh kamu kok jadi mendukung ilmu kejepit terali, biar ketinggalan zaman, asal aman."
"Terus masalah harga naik bagaimana, Kang?"
"Ya jangan sampai membuat amarah kita naik, kepanikan kita naik, santai saja, tenang, kita kan mau puasa, kenapa panik dengan harga naik?"
"Iya juga ya, Kang, puasa kan menahan segala hawqa, juga hawa nafsu untuk banyak makan, kenapa panik dengan harga naik." n

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv