LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 19 May
20697
Kategori Kriminal
Penulis Juan Santoso
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | OJK Lampung Pastikan Kegiatan UN Swissindo di Mesuji Ilegal
UN Swissindo yang beroperasi di Mesuji adalah ilegal. (Dok.Lampost)

OJK Lampung Pastikan Kegiatan UN Swissindo di Mesuji Ilegal

MESUJI--Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung memastikan kegiatan yang dilakukan UN Swissindo atau PT Swissindo World Trust International Orbit adalah ilegal. Hal itu disampaikan Humas OJK Lampung, Dwi Krisno Yudi Pramono saat melakukan audiensi dengan Jajaran Pemkab Mesuji, Kamis (18/5/2017).

OJK sebagai lembaga negara yang menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan di sektor jasa keuangan telah mengeluarkan himbauan untuk mewaspadai penipuan atas aktivitas yang dilakukan UN Swissindo. “Kita sudah berkali melakukan siaran pers resmi yang menegaskan bahwa kegiatan UN Swissindo ilegal,“ ujarnya.

Dwi menandaskan kegiatan menyesatkan yang dilakukan UN Swissindo tidak hanya di Lampung, tapi tetapi organisasi yang berkantor pusat di Cirebon, Jawa Barat tersebut saat ini aktivitasnya juga telah merambah ke berbagai wilayah di Indonesia termasuk di Mesuji beberapa waktu lalu.
“Beberapa bank di Jakarta sudah melaporkan aktivitas UN Swissindo yang menyebabkan mereka mengalami kerugian ke Bareskrim Polri. Namun, laporan tersebut bukan delik aduan melainkan delik materiil sehingga harus menunggu laporan dari masyarakat, sedangkan saat ini belum ada laporan pengaduan dari masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, iming-iming UN Swissindo kepada nasabah yang kreditnya macet di bank atau pembiayaan untuk tidak perlu membayar, tetapi menarik biaya administrasi, melanggar undang-undang. Janji bahwa nasabah yang membayar biaya administrasi dan sisa kreditnya tidak perlu dilunasi karena mereka jamin dengan surat berharga adalah menyesatkan. Kemudian modus lain yaitu merayu korban dengan mengatakan bisa memberangkatkan umrah gratis.

Terakhir, mengimingi korban yang memiliki KTP Elektornik dapat uang tunai Rp15 juta/orang. Hal itu yang menyebabkan hampir seribu orang di Mesuji tergiur untuk mengikuti UN Swissindo dengan mendaftarkan diri menjadi anggotanya.
Ayu (38), salah satu warga dari Desa Sungaicambai, menyebutkan ia ikut karena banyak warga lain di desanya ikut. “Janjinya, kalau kita sudah lengkap administrasi, uang akan diterima tanggal 20 Juni, katanya untuk Lebaran,” ujarnya polos.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Mesuji, Ronal Nasution telah meminta kepada seluruh camat di Kabupaten Mesuji agar menginstruksikan seluruh kepala desa untuk tidak memberikan rekomendasi izin terhadap seluruh aktivitas kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo di wilayahnya masing-masing karena telah meresahkan.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv