2017 5 May
1651
Kategori Generasi Emas
Penulis Ahmad Amri
Siswa TK Tunas Bangsa dan dewan guru berfoto bersama di halaman sekolah. Lampung Post/Ahmad Amri

Menanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini

TAMAN Kanak-kanak (TK) Tunas Bangsa di Desa Kebagusan, Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Bumi Andan Jejama. Berdirinya TK Tugas Bangsa sejak 1 Juli 2003 dengan tujuan mulia, yakni ingin mendidik anak sejak usia dini untuk mewujudkan anak TK cerdas, ceria, jujur, dan bertakwa kepada Allah Swt.
Di TK ini, anak-anak dibentuk karakternya untuk persiapan masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam keseharian di kelas pembelajaran di TK Tunas Bangsa menerapkan KTSP kurikulum 2013. Materi pembelajaran kepada para siswa diberikan dengan cara bermain sembari belajar dengan edukasi pendekatan karakter atau pembiasaan.
Kepala TK Tunas Bangsa, Andayani, mengatakan tujuan didirikannya TK Tunas Bangsa dengan motivasi ingin mewujudkan pendidikan anak usia dini di kalangan masyarakat setempat, khususnya di Desa Kebagusan. “Motivasi awalnya ingin mewujudkan anak mandiri, cerdas, ceria, jujur, dan bertakwa kepada Allah Swt serta pembiasaan yang baik setiap siswa-siswi,” kata Andiyani di rungan kerjanya, Kamis (4/5/2017).
Andiyani menjelaskan dalam menerapkan pembiasaan atau katakter yang baik kepada para siswa-siswi dilakukan sejak mereka awal masuk ke dalam kelas sampai mereka keluar dari ruangan kelas. “Contohnya, ketika para siswa-siswi baru datang mereka dibiasakan bersalaman dengan para gurunya. Kemudian pembiasaan berdoa baik sebelum belajar maupun usai belajar. Pembiasaan membaca Iqro, surah pendek, dan belajar salat bagi siswa-siswi muslim,” ujarnya.
Dalam proses belajar, para siswa TK Tunas Bangsa juga tidak langsung diajarkan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), melainkan dengan praktik contoh keseharian. Misalnya dengan makan permen, satu permen ditambah permen lagi menjadi dua permen, sehingga anak mengetahui prosesnya, baru mendapatkan hasil.
“Selain belajar dan bermain, dalam proses pembelajaran seperti mengenal diri sendiri, lingkungan kelaurga, jenis bintang, jenis tanaman, jenis kendaraan, alam semesta, dan bernegara,” ujarnya.

BAGIKAN


loading...

REKOMENDASI