LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 20 April
1544
Kategori Generasi Emas
Penulis Rudiyansyah
LAMPUNG POST | Memodifikasi Perilaku Si Kecil agar Disiplin
Mendisiplinkan anak. slidesharecdn.com

Memodifikasi Perilaku Si Kecil agar Disiplin

PERILAKU dan karakter anak adalah hasil dari apa yang mereka dapatkan, dari lingkungan sekitar, terutama keluarga. Sehingga untuk membentuk pribadi dan karakter anak, orang tua perlu menciptakan sebuah lingkungan yang mendukung. Modifikasi perilaku anak, dapat dilakukan oleh para orang tua, agar anak tumbuh dengan karakter yang diharapkan.
Hal tersebut disampaikan psikolog yang juga fasilitator asal lembaga advokasi perempuan Rifka Annisa Yogyakarta, Aditya Putra Kurniawan, dalam kegiatan training of trainer (TOT) kelas ayah, mendukung keadilan gender, yang diadakan Lembaga Advokasi Perempuan Damar, Lampung, di Hotel Whiz Prime, Bandar Lampung, pekan lalu.
Kepada sekitar 20 ayah, yang mengikuti kelas tersebut, dosen Psikologi di Universitas Mercu Buana Yogyakarta itu mencontohkan modifikasi perilaku yang dapat dilakukan orang tua, salah satunya menanamkan kedisiplinan. Untuk dapat menumbuhkan karakter itu, orang tua perlu bersikap tegas. Namun, tegas menurut Aditya, tidak harus selalu dengan marah-marah atau berbicara kasar pada anak.
Menurut dia, anak justru tidak akan mampu menangkap pesan dengan cara tersebut. "Saat anak dikasari justru mereka tidak serta-merta paham dengan tujuan kita untuk mengubah dia."
Caranya adalah dengan membuat kesepakatan di dalam keluarga, seperti tidak diperbolehkan menonton televisi saat jam belajar atau waktu salat magrib, tepat waktu untuk mandi, makan, dan istirahat. Tidak hanya mengikat bagi anak, kesepakatan-kesepakatan tersebut juga berlaku untuk seluruh anggota keluarga termasuk ayah dan bunda. Sebab, anak-anak adalah pencontoh yang baik, jadi perlu komitmen orang-orang terdekatnya untuk mendukung perilakunya.
"Kalau semuanya tidak sepakat, pasti cara tidak akan berjalan," ujar dia.
Termasuk ketika di rumah, ada anggota keluarga lain, seperti kakek dan nenek, mereka juga perlu mengikuti kesepakatan. “Jangan ketika anak-anak sudah mematuhi, tetapi anggota keluarga lain justru tidak menjadi contoh.”
Modifikasi perilaku anak tersebut makin mudah jika diterapkan di keluarga kecil, yang hanya terdiri dari ayah dan ibu serta anak. 

Berikan Poin

Aditya juga menekankan selain menerapkan aturan, orang tua perlu menetapkan apresiasi kepada anak ketika mematuhi apa yang menjadi kesepakatan. Caranya dapat dilakukan dengan memberikan anak poin. Berikan poin ketika anak melakukan kegiatan yang sesuai dengan kesepakatan. Sebagai penyemangat, anak dapat menukarkan poin dengan hal-hal yang menjadi kesukaan mereka.
“Poinnya bisa ditukarkan dengan makanan kesukaan mereka, dengan ketentuan jumlah yang disepakati,” kata Aditya.
Namun, orang tua juga perlu membuat hukuman, saat anak melanggar kesepakatan tersebut. Seperti, kesalahan yang akan mengurangi jumlah uang saku mereka. “Ketika anak merengek, orang tua perlu tetap tegas dan konsisten. Ini tantangannya, ketika memodifikasi perilaku anak."
Namun, orang tua tetap harus dapat menyampaikan konsekuensi tersebut dengan cara yang asertif atau dapat dipahami anak. Makin muda usia anak, orang tua perlu mencari bahasa yang juga paling mudah dipahami oleh si kecil. Sebab, usia anak sangat memengaruhi tingkat pemahaman mereka.
Modifikasi perilaku anak, dengan kreativitas orang tua tersebut memang membutuhkan waktu untuk mendapatkan hasil. Anak tidak akan langsung memiliki perilaku yang diharapkan, tetapi secara perlahan mereka akan belajar dan terbiasa.

BAGIKAN


LAMPUNG POST | Manuver Rizieq Shihab Sia-sia?

Manuver Rizieq Shihab Sia-sia?

26 May 2017 16:00:00

LAMPUNG POST | Kecanduan Medsos dan Anak

Kecanduan Medsos dan Anak

27 May 2017 00:30:00

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv