LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 18 April
11382
Kategori Lampung
Penulis Agus Susanto
Editor Sri Agustina

Tags

LAMPUNG POST | Lahan Konservasi Badak TNWK Diperluas
Alat berat sedang membuat pelebaran lahan konservasi badak di TNWK. (Foto:Lampost/Agus Susanto)

Lahan Konservasi Badak TNWK Diperluas

SUKADANA--Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Kehutanan melakukan perluasan sarana-prasarana lahan konservasi Suaka Rhino Sumatera (SRS) dengan target penambahan lahan 100 ha di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Penelusuran Lampung Post di lokasi perluasan konservasi itu, pemegang proyek tengah memproses pembuatan badan jalan menuju area konservasi baru. Jalan yang dikerjakan sudah mencapai panjang 300 meter dengan lebar 6 meter.
Di lokasi tiga alat berat berbeda fungsi, yaitu ekskavator, silinder, dan buldoser, sudah 10 hari beroperasi. Di lokasi tampak tumpukan batu belah yang rencananya digunakan untuk pembuatan jalan onderlaag.
Kepala Balai TNWK Subakir, Senin (17/4/2017), menyatakan perluasan area konservasi badak yang baru itu dikerjakan oleh Pemerintah Pusat melalui Dirjen Kehutanan, dengan tujuan agar badak-badak yang ada di TNWK mendapat kenyamanan yang lebih.
Subakir mengakui sudah ada lahan konservasi badak dengan luas 100 ha berikut berbagai sarana-prasarana, tetapi hal tersebut belum memadai. "Memang sudah ada kandang seluas 100 ha, tetapi kurang luas untuk tujuh ekor badak," ujarnya.
Dia menambahkan area konservasi yang baru dibangun dengan desain menyerupai kandang yang lama lokasinya pun tidak jauh. Setelah bangunan kandang badak itu selesai, akan beda koridor dengan kandang badak yang lama.
Terkait biaya pembangunan kandang badak, Subakir menjelaskan tidak bersumber dari APBN atau APBD, tetapi bantuan luar negeri melalui International Rhino Foundation (IRF). "Kalau nilainya kami tidak tahu berapa jumlah nominalnya," ujarnya.
Sebelum pengerjaan dilakukan lelang terbuka dan proyek dimenangkan PT Asri Fahriz Jaya. Pembangunan ditarget rampung pada 2017 dan akan diresmikan Menteri Kehutanan. "Peresmian nanti pasti kami undang Pak Menteri," kata dia.
Wildlife Conservation Society (WCS) saat dikonfirmasi dampak pembangunan tersebut terhadap TNWK, belum bisa berkomentar. "Tentu sebelum kami memberikan keterangan, harus melihat lebih dulu objek di dalamnya," ujar Kepala LSM WCS, Wili.
Direktur Walhi Hendrawan mennyatakan lembaganya tidak membidangi soal satwa, tetapi lingkungan hidup termasuk hutan. "Saya belum bisa beri komentar lebih jauh soal kerusakan hutan karena belum turun ke lokasi," ujar dia.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv