LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 3 May
21375
Kategori Lampung
Penulis Widodo
Editor Winarko
LAMPUNG POST | Kisah Hada, Perajin Layang-Layang Unik dari Pringsewu
Hada, perajin layang-layang unik untuk memenuhi pesanan. (Widodo)

Kisah Hada, Perajin Layang-Layang Unik dari Pringsewu

Pringsewu -- Menjalani hobi tentu menyenangkan, apalagi dari hobi tersebut kita bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang dilakukan tiga pemuda asal Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. Berawal dari hobi bermain layangan, tiga pemuda ini berhasil membuat layang-layang unik dengan berbagai macam bentuk.
 
Hada salah seorang pembuat layang-layang unik ini menceritakan, pada awalnya dirinya bersama kedua rekannya Ibnu dan Abdul memiliki ide untuk membuat layang-layang yang bentuknya lain pada layangan pada umumnya. Karena, lanjut dia, bentuk layangan yang selama ini monoton dan membuat cepat bosan.

"Pada tahun 2014 kami berinisiatif untuk membuat layang-layang yang lain dari biasanya. Kami bertiga kemudian mulai membuat layang-layang dengan bentuk yang unik. Saat itu kami berhasil membuat tiga jenis layangan yakni, bentuk capung, kupu-kupu dan cangcorang," papar Hada saat ditemui Lampost.co, Selasa (2/5).

Menurutnya, saat dulu waktu diterbangkan, karena bentuknya yang unik, ada warga Sukoharjo dan Adiluwih yang berminat untuk membeli layang-layang miliknya. "Saat itu saya tawarkan Rp100 ribu dan kedua orang tersebut langsung membeli cash tanpa menawar," katanya.

Hada menjelaskan saat ini dirinya mampu membuat berbagai jenis layang-layang sesuai permintaan konsumen. "Saat ini kami telah membuat berbagai jenis, seperti kelalawar, burung elang, burung bangau, kupu-kupu, capung, lebah, cangcorang dan model pesawat. Namun bila meminta model lain akan kami sanggupi," jelasnya.

Hada mengaku selama ini hanya melakukan pemasaran dari mulut ke mulut, namun terkadang dirinya juga memanfaatkan jejaring sosial facebook sebagai media pemasaran. Untuk membuat satu unit layangan dirinya mengaku membutuhkan waktu sekitar dua hari.

Dia menjelaskan tidak setiap hari membuat layang-layang, namun hanya pada musim setelah panen padi. Untuk harga dirinya mengaku menjual berdasarkan ukuran."Untuk ukuran dua meter kami jual Rp100 ribu dan empat meter dijual Rp250 ribu," tutupnya.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv