LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 20 April
9494
Kategori Opini

Tags

LAMPUNG POST | Integrasi Pembangunan Pendidikan
Ilustrasi. umayaika.files.wordpress.com

Integrasi Pembangunan Pendidikan

SEJAK reformasi bergulir, dunia pendidikan di Tanah Air mendapat perhatian luar biasa. Konstitusi memerintahkan minimal 20% anggaran pemerintah digunakan untuk sektor pendidikan, dengan tujuan akhir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Namun, dalam perjalanannya komitmen tinggi pada bidang pendidikan itu sering diselewengkan berdasarkan tafsir yang keliru. Ada daerah yang memasukkan biaya pendidikan aparatur negara dalam 20% anggaran pendidikan. Tema besarnya memang sama, yakni untuk pendidikan, tetapi sasarannya yang berbeda.
Biaya pendidikan aparatur negara seharusnya tidak dicampuradukkan dengan biaya pendidikan formal, dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi. Pihak yang berhak mendapat kontribusi 20% anggaran pendidikan adalah rakyat yang tidak memiliki akses pembiayaan dari negara, semisal gaji sebagai aparatur sipil negara.
Penafsiran yang keliru tentang biaya pendidikan aparatur sipil negara hanya salah satu dari sekian banyak kebocoran 20% anggaran pendidikan, selain maraknya korupsi. Tahun ini saja, APBN kita sekitar Rp2.000 triliun dan itu berarti sektor pendidikan mendapat gelontoran anggaran minimal Rp400 triliun.
Dana yang luar biasa besar untuk khusus dialokasikan untuk membangun dunia pendidikan. Jika dana sebesar itu murni dipakai untuk kepentingan pendidikan, niscaya akan banyak membebaskan rakyat negeri ini dari ketertinggalan ilmu pengetahuan dan keterbelakangan.
Ketersediaan anggaran merupakan syarat pertama untuk membangun dunia pendidikan yang meluas, merata, dan berkeadilan. Dana tersebut, tidak hanya dipakai untuk membiayai infrastruktur sekolah di perkotaan, tetapi juga harus mencakup pembangunan prasarana sekolah di daerah terpencil, daerah perbatasan, maupun di pulau-pulau terluar.
Pendidikan di kawasan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak terjadi kesenjangan kualitas dengan di kota-kota besar. Banyak terjadi, bangunan sekolah di daerah terpencil rusak, dinding berlapis anyaman bambu, plafon jebol, lantai tanah, dan meja kursi reyot tak layak pakai.
Jumlah sekolah rusak di Indonesia hampir 1,3 juta sekolah, mulai dari kategori rusak ringan, sedang, berat, sampai rusak total. Adapun jumlah yang masuk kategori baik sekitar 500 ribu sekolah.
Itu baru gedung sekolahnya saja, belum lagi soal perpustakaan. Banyak sekolah di pelosok yang tidak dilengkapi dengan sarana perpustakaan. Siswa hanya memakai buku teks sesuai kurikulum tanpa disertai dengan buku pembanding untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.
Kondisi ini sangat berbeda dengan di kota-kota besar. Selain memiliki tambahan buku referensi, para pelajar di kota besar bahkan banyak yang mengikuti pelajaran ekstra melalui lembaga kursus atau bimbingan belajar.

Guru Daerah Terpencil

Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan memang sangat penting. Gedung sekolah, perabotan, dan fasilitas pendukung yang baik akan mendukung proses belajar mengajar yang baik pula. Namun, hal yang juga sangat penting adalah pemerataan distribusi guru.
Hampir sebagian besar guru selalu menghindari jika ditempatkan di daerah pelosok dengan berbagai alasan. Untuk menyiasati, biasanya setelah bertugas di pelosok selama beberapa tahun guru yang telah memiliki pengalaman itu akan meminta pindah tugas ke kota. Kecenderungan ini terjadi hampir di semua daerah.
Untuk menahan guru agar tetap mau bertugas di pelosok, pemerintah memberikan insentif khusus bagi guru daerah terpencil (gurdacil). Insentif ini tidak hanya bertujuan mempertahankan guru berpengalaman agar tetap bertugas di daerah pelosok, tetapi juga untuk menarik guru-guru baru. Ke depan, insentif guru daerah terpencil perlu dinaikkan lagi nominalnya sampai pada level yang membuat nyaman para guru.
Selain itu, syarat perpindahan tugas guru dari pelosok ke daerah perkotaan harus diperketat, semisal dengan membuat kontrak kerja minimal pernah bekerja di daerah terpencil selama tujuh tahun. Kontrak kerja dipandang perlu mengingat dewasa ini kebijakan mutasi pegawai sangat dipengaruhi dengan kepentingan politis dan kedekatan dengan penguasa daerah.
Rekrutmen guru baru juga harus memprioritaskan penempatan di daerah terpencil. Data Ikatan Guru Indonesia, dari sekitar 3,6 juta guru di Indonesia, hanya 1,6 juta guru yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil. Selebihnya, terdapat 2 juta guru honorer atau yang statusnya tidak jelas.
Pengangkatan guru honorer yang bersedia bertugas di daerah terpencil sebagai guru PNS juga merupakan salah satu opsi untuk pemerataan akses pendidikan. Namun, prosedur rekrutmen sebagai PNS tetap harus dilakukan sesuai dengan standar keahlian tanpa menyalahi ketentuan peraturan dan perundangan.
Jangan sampai tenaga honorer yang tidak berkompeten diloloskan sebagai guru PNS untuk menjaga kualitas dan muruah pendidikan. Itu pula sebabnya, program pelatihan kurikulum bagi guru daerah terpencil harus menjadi kegiatan rutin setiap daerah.

Opportunity Cost

Dunia pendidikan tidak hidup di ruang hampa. Ada banyak persoalan bersilang sengkarut di dalamnya, mulai dari urusan politik, adat istiadat, sistem mata pencaharian, dan kemampuan ekonomi. Oleh karena itu, variabel sektor pendidikan tidak bisa dilepaskan dari faktor-faktor lain.
Selama 2015—2016, misalnya, terdapat sekitar 946.013 siswa sekolah dasar yang putus sekolah. Jika digabungkan dengan SMP dan SMA, jumlahnya bisa mencapai jutaan orang. Pada umumnya, alasan putus sekolah karena faktor ekonomi.
Secara ekonomi, anak-anak itu lebih bermanfaat bila bekerja membantu orang tua jika dibandingkan dengan melanjutkan sekolah. Waktu yang dipakai untuk bersekolah lebih baik dipakai untuk bekerja membantu ekonomi keluarga.
Ketika aktivitas bersekolah dibenturkan dengan bekerja, yang muncul adalah pertarungan biaya kesempatan (opportunity cost). Untuk itulah, pembangunan dunia pendidikan harus terintegrasi dengan pembangunan di bidang lain, seperti irigasi, jalan raya, listrik, komunikasi, keamanan, dan stabilisasi harga komoditas pertanian. n

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv