2017 1 May
2453
Kategori Nasional
Penulis Hesma eriyani
Editor Sri Agustina
Para pemenang kompetisi pejuang kesehatan nasional. (Foto: Lampost/Hesma)

Inilah Juara Kompetisi Pejuang Kesehatan Nasional

JAKARTA--Tiga pemenang asal Sulawesi Tenggara (Sultra), Kalbar, dan Jabar berhasil menjadi juara Kompetisi Pejuang Kesehatan Nasional yagn digelar atas kerja sama Dompet Dhuafa (DD) dan PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP).



Penghargaan diserahkan General Manager PTTEP, Titi Thongjen, bertepatan dengan acara Indonesian International (Bio)Medical Students Congres di FK UI, Jakarta, Sabtu (29/4/2017).



Ketiga pemenang masing-masing dr Mawarti Arumni asal Konawe, Sultra sebagai juara I, Ilham Rusting, ahli gizi di Puskemas Entikong Kalbar sebagai juara 2, dan dr Denny Ferdian, dosen FK Unpad sebagai juara III).



Mawarti Arumi memiliki program Klinik Bank Sampah. Melalui program ini, warga miskin membayar kesehatan cukup dengan sampah. sampah diambil pengepul, dan uangnya dikembalikan ke pasien dalam bentuk tabungan. Selain itu, ada juga penyuluhan kesehatan, dan visiting home bagi pasien yang kesulitan datang ke klinik.



Sementara itu, Ilham Rusting membina ribuan remaja bermasalah melalui program Posyandu Remaja. Sedangkan Denny Ferdian membina para mahasiswa kedokteran dan pekerja kesehatan melalui program Volunteer Doctor. "Melalui program ini sayaberharap ketika mereka kelak menjadi dokter benar-bear menjadi dokter yang mengutamakan kemanusiaan," kata Denny seusai menerima hadiah.



Menurut Titi Thongjen, program ini merupakan bentuk apresiasi PTTEP dan DD terhadap para pejuang kesehatan yang telah berkontribusi postifi kepada masyarakat marjinal dengan keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan.



Progam ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Gerai Sehat Rorotan ke 2. Gerai Sehat Rorotan merupakan klinik pelayanan kesehatan gratis bagi kaum dhuafa yang juga hasil kerjasama DD dan PTTEP.



Hingga September 2016, penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 10,7% atau sebanyak 27,76 juta orang. Sementara, jumlah penduduk miskin perdesaan mencapai 13,96 % atau sebanyak 17,28 juta orang. Jumlah tersebut cukup tinggi sehingga berdampak pada kualitas hidup masyarakat, terutama pada bidang kesehatan.



Dengan jumlah angka kemiskinan yang terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, maka dibutuhkan kerja sama pemerintah, swasta dan masyarakat dalam meningkatkan status kesehatan penduduk Indonesia.



Para pejuang kesehatan yang terpilih mendapatkan apresiasi senilai puluhan juta rupiah yang nantinya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan program kesehatan yang berjalan.



Menurut Titi, proses pemilihan pejuang kesehatan ini cukup panjang. Publikasi program dilakukan sejak 1 Desember 2016. Dari 109 peserta, terpilihlah 3 terbaik yang tersebar di 3 wilayah, yakni Jawa Barat, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Barat.


BAGIKAN


loading...