LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 19 May
17659
Kategori Lampung
Penulis Juwantoro
Editor Sri Agustina

Tags

LAMPUNG POST | Gara-gara Komentar di Medsos, Intan Divonis 6 Bulan percobaan
Pesidangan penganiayaan gara-gara media sosial di Lampung Selatan. (Ilustrasi)

Gara-gara Komentar di Medsos, Intan Divonis 6 Bulan percobaan

KALIANDA--Gara-gara media sosial, Intan Nurcaya Kurniawan, staf Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan dijatuhi hukuman satu bulan penjara dan 6 bulan masa percobaan. Namun, terdakwa penganiayaan tersebut tidak ditahan oleh Hakim tunggal Yuda Dinata, di Pengadilan Negeri (PN) Kalianda, Jumat (19/5/2017).

Dalam persidangan itu, Mejelis Hakim PN Kalianda Yuda Dinata, menyatakan terdakwa Intan Nurcahaya Kurniawan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan penganiayaan terhadap Sariyani, yang masih tetangga terdakwa, warga Kecamatan Sidomulyo. Dimana, terdakwa melanggar pasal 352 ayat (1) tentang, penganiayaan ringan.

“Terdakwa, kami jatuhi hukuman selama 1 bulan penjara dan 6 bulan masa percobaan. Jika, terdakwa melakukan perbuatan tindak pidana dalam masa percobaanya akan langsung dijebloskan dalam penjara selama 1 bulan,”ujar Yuda.

Atas putusan itu, terdakwa menyatakan menerima begitu juga dengan penyidik Polres Lampung Selatan Bripka MR Gunako, selaku penutut umum. “Atas putusan yang dijatuhkan, saya mengerti dan paham pak hakim,”kata Intan sembari menganggukan kepalanya.

Pada persidangan itu, Penyidik Polres Lampung Selatan menghadirkan Sariyani (korban) dan 7 saksi antara lain Nita Suryani, Junita, Rusmiati, Lilis Suhartini, Sri Rahayu dan Sukamso.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampung Post, dipersidangan terdakwa Intan telah melakukan tindakan pidana terhadap Sariyanti pada 25 Januari 2017, di Ruang Vip RSUD Bob Bazar, Kalianda. Saat itu, korban bersama rombongan Ketua UPT Pendidikan Kecamatan Sidomulyo Nurhasanah dan para guru-guru membesuk Lilis Suhartini, orang tua terdakwa. Melihat korban, terdakwa langsung menghampirinya dengan maksud hendak mengajak bicara korban. Namun, korban tidak mau. Tiba-tiba, terdakwa langsung mendorong korban hingga korban mengalami cidera pada jari manisnya dan cidera pada tulang bahu tangan kirinya. Akibat terbentur pintu Ruang VIP Bob Bazar, Kalianda. Keributan itu, sempat diredam oleh KUPT Pendidikan Kecamatan Sidomulyo Nurhasanah.

Di persidangan, korban mengatakan dalam media sosial (medsos) facebook, dirinya mengomentari akun seorang teman yang habis kena marah oleh seorang wanita. Lalu, saya bilang lewat medsos habis kena marah oleh wanita durhaka pada orang tuanya.

“Tapi, saya tidak menyebutkan nama wanita yang dimaksud oleh teman saya,”ujar dia.
Sementara itu, terdakwa menyatakan memang korban tidak menyebutkan nama. Tapi, yang dimaksud atau dituju oleh korban adalah dirinya.
“Benar kalau korban, saya dorong. Tapi, tidak sampai jatuh dan mengalami cidera,” katanya.
Di lain pihak, para saksi menyatakan terdakwa benar telah didorong korban. Tapi, tidak sampai jatuh,”kata Rusmiati.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv