LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 19 May
3244
Kategori Teknologi
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Event Google I/O Extended Lampung Diminati Anak Muda
Ratusan mahasiswa di Lampung memenuhi aula lantai 3 Gedung IBI Darmajaya untuk mengikuti Gogo Campus, Jumat (19/5/2017).(foto:Lampost/dok)

Event Google I/O Extended Lampung Diminati Anak Muda

BANDAR LAMPUNG--Ratusan mahasiswa di Lampung memenuhi aula lantai 3 Gedung IBI Darmajaya untuk mengikuti Google I/O Extended, Jumat (19/5/2017).

Direktur DJ Corp, Davit Kurniawan, mengatakan event tahunan ini merupakan kerja sama Google Developers, Yayasan Alfian Husin, IBI Darmajaya, Gogo Campus, dan Krakatau Digital Movement.

Tahun ini mengambil tema tentang Web Technology Firebase and Android. Ia merasa kaguman dengan mahasiswa Lampung yang haus ilmu digital.

"Luar biasa antusias mahasiswa Lampung tahun ini, saya tidak menyangka mahasiswa yang mendaftar akan sebanyak ini, awalnya kami hanya memberikan 300 kapasitas tetapi yang mendaftar lebih dari itu sehingga kami mencoba tidak mengecewakan mahasiswa yang sudah menanti event tahunan ini," kata Davit dalam siaran pers yang diterima Lampost.co (19/5/2017).

Davit menambahkan event Google I/O hari ini mengenalkan aplikasi terbarunya yaitu Firebase adalah BaaS (Backend as a Service). Aplikasi ini merupakan solusi yang ditawarkan oleh Google untuk mempermudah pekerjaan Mobile Apps Developer. Dengan adanya Firebase, apps developer bisa fokus mengembangkan aplikasi tanpa harus memberikan effort yang besar untuk urusan backend.

Acara yang dibuka Rektor IBI Darmajaya Firmansyah Y Alfian, sekaligus Ketua Yayasan Alfian Husin, Andi Desfiandi itu dikemas dengan konsep talkshow yang menghadirkan beberapa pembicara yaitu Andreas Senjaya sebagai CEO I Grow, Edi Kurniawan sebagai CEO Kebun Modal, Irsan Rajamin sebagai Co Founder Habibi Garden, Nedi Sulendro sebagai CTO Iqro, Davit Kurniawan sebagai Inisiator Krakatau Digital Movement, dan dimeriahkan oleh Ibnu Sina Wardi perwakilan dari Google Expert on Andoroid.

Andreas menjelaskan di era digital saat ini untuk menjadi kaya tak perlu mempunyai tanah berhektar-hektare, melainkan cukup membuat satu aplikasi yang bisa menjangkau kebutuhan masyarakat itu akan menjadikan kita menjadi seorang pengusaha.

“Aplikasi yang kami buat namanya adalah I Grow, aplikasi ini menghubungkan antara sponsor penanaman, petani, pemilik lahan, dan pembeli hasil penanaman dengan menggunakan teknologi cloud-based agricultural management software,"ujarnya.

Senada dikatakan oleh Andreas, Edi Kurniawan selaku CEO Kebun Modal juga berpikir bahwa fenomena gojek yang menjadi perusahaan transportasi kendaraan bermotor nomor 1 di Indonesia, walaupun banyak gejolak terjadi di kota-kota besar yang dihadiri oleh gojek tapi aplikasi ini tetap menjadi transportasi favorit masyarakat saat ini.

"Melihat fenomena itu, ia berfikir untuk membuat aplikasi pasar modal. Mengajak masyarakat untuk berinvestasi dari pada menjadi seorang konsumtif.
Melihat fenomena gojek saya mempunyai ide untuk membuat aplikasi pasar modal, aplikasi ini menghubungkan pengusaha dan investor, tak harus membutuhkan dana banyak untuk mengikuti aplikasi kami karena disini juga ada pengusaha umkm," ungkap Edi.

BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv