LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 20 May
53477
Kategori Lampung
Penulis Ahmad Sobirin
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Dipicu Status di Media Sosial, Ratusan Massa  Emosi dan Datangi Kelurahan Mulyaasri
Ratusan massa dari Gunungbatin Udik dan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, menyambangi Kelurahan Mulyaasri, mencari pelaku pembuat status SARA di mediasosial. (Foto:Lampost/A.Sobirin)

Dipicu Status di Media Sosial, Ratusan Massa Emosi dan Datangi Kelurahan Mulyaasri

PANARAGAN--Penggunaan media sosial yang salah kaprah menuai ketegangan dan pertikaian. Gara-gara membuat status berbau SARA, nyaris terjadi kerusuhan di Kelurahan Mulyaasri, Tulangbawang Tengah, Tubaba, Jumat (19/5/2017) malam.

Ratusan massa bersepeda motor dengan emosi datang dari arah Gunungbatin, Lampung Tengah berusaha melakukan sweeping mencari salah satu warga Mulyaasri untuk dimintai pertanggung jawaban yang telah memuat status SARA di akun Facebook.

Pemilik akun bernama Cipto Rodek (17) warga kelurahan Mulyaasri, berisikan kata - kata berbau rasis, merendahkan suku dan asal daerah.

Ratusan warga dari Gunungbatin Udik pun tersulut emosi dan beramai-ramai mendatangi pelaku untuk dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya.

Satu warga Gunungbatin, Abdul (25), saat memberikan keterangan kepada Lampost.co, terkait aksi sweeping yang mereka lakukan.

"Ini karena di media sosial Facebook yang berasal dari salah satu warga di Wayabung ini, menghina kampung kami, suku kami dan sekolah kami, makanya kami tidak terima dan mencari pelakunya ke sini," ujar Abdul.

Melihat pergerakan puluhan sepeda motor dari arah Lampung Tengah menuju Kabupaten Tulangbawang Barat, pihak Kepolisian Resort Tulangbawang segera melakukan pengamanan agar warga tidak melakukan aksi anarkis.

Wakapolres Tulangbawang, Kompol Zulman Topani, usia menenangkan warga, menceritakan kronologis kejadian. Sebelum massa datang pada pukul 19.00 malam salah satu warga mengecek kebenaran berita yang menyatakan menantang warga dari salah satu desa di Lampung Tengah.

"Kemudian setelah dipastikan pengirimnya adalah warga Mulyaasari, dari situlah mereka berdatangan ke sini menanyakan hal tersebut, Alhamdulillah anggota kita datang cepat sehingga bisa langsung menenangkan massa," ujar Wakapolres.

Wakapolres Tulangbawang , Kompol Zulman Topani, saat mencoba menenangkan massa agar segera membubarkan diri dan tidak melakukan hal hal yang anarkis, Jumat (19/5/2017) malam. (Foto:Lampost/A.Sobirin)

Di hadapan puluhan massa yang didominasi oleh anak muda, Wakapolres didampingi Kepala Desa Gunungbatin Udik Agus Sujatmiko, dan Lurah Mulyaasri, meminta massa untuk kembali ke rumah masing-masing dan berjanji akan menindak pelaku secara hukum jika terbukti telah melakukan pelanggaran-pelanggaran.

Dari pantauan Lampost, pada pukul 22.45 usai diberikan pengertian oleh pihak kepolisian dan aparat pemerintah Desa masing-masing, warga pun membubarkan diri menuju ke rumah masing masing tanpa melakukan aksi anarkis.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv