LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 21 April
9085
Kategori Lampung
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Diduga Jatuh dari Flyover, Warga Way Kanan Tewas
Suradi (52) warga Desa Way Tuba, Blambangan Umpu, Way Kanan, ditemukan tewas di bawah jembatan flyover Natar, Jumat (21/4/2017). (Ilustrasi/dok.Lampost)

Diduga Jatuh dari Flyover, Warga Way Kanan Tewas

BANDAR LAMPUNG--Seorang pejalan kaki meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan layang Jalan Raya Natar, Desa Natar 1, Lampung Selatan sekitar pukul 09.00, Jumat (21/4/2017). Atas peristiwa tersebut belum diketahui secara pasti penyebab korban tersungkur hingga ke bawah flyover itu.

Atas kejadian itu, korban Suradi (52) warga Desa Way Tuba, Blambangan Umpu, Way Kanan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM). Berdasarkan hasil visum, ditemukan luka lecet di pelipis mata dan kening korban.

Saksi mata, Mada M. Rizal (40) menjelaskan mengetahui adanya mayat korban itu saat dirinya hendak pergi keluar rumah. Ketika itu, korban telah berada dalam posisi terlungkup di pinggir jalan bawah jembatan setinggi dua meter dari atas flyover. Melihat adanya sosok pria, warga pun mendekatinya dan menghubungi aparat kepolisian.

"Saya yang menemukannya pertama kali, karena korban itu tergeletak tepat di depan rumah saya. Waktu saya mau pergi saya lihat korban, saat saya dekati ternyata kepalanya sudah terluka, tetapi masih hidup karena sempat buang air kecil di celana sesaat kami temukan," kata Reza di kediamannya.

Namun, tidak lama kemudian korban meninggal dunia. Untuk itu, warga pun tetap meletakkannya di pinggir jalan tersebut hingga petugas mendatangi lokasi kejadian. "Saya langsung hubungi Polsek Natar, karena korban ini bukan warga sekitar. Sebab, tidak ada warga yang mengenalnya," tuturnya.

Sementara itu, Jailani keponakan korban (35) warga Way Layap, Pesawaran mengatakan korban baru bertandang ke rumahnya untuk melayat kakaknya yang meninggal dunia pada Kamis (20/4). Korban yang bepergian seorang diri dari Way Kanan meminta untuk diantarkan ke Way Lima, Pesawaran guna ke rumah paman korban.

"Saya kabarin keluarga bapak saya, kalau orang tua saya meninggal. Jadi dia datang melayat. Setelah sampai rumah, dia minta diantarkan ke Way Lima lalu lanjut ke Gadingrejo, Pesawaran. Kata korban, paman saya ini rencananya dia mau pulang ke Way Kanan hari ini (Jumat). Nah, setelah itu saya tidak tahu lagi kabarnya," ungkapnya.

Menurutnya, korban Suradi berangkat dari Way Kanan menggunakan bis hingga saat hendak kembali ke kampung halamannya, Jailani memberikan bekal berupa ongkos untuk pulang dan nomor teleponnya agar korban dapat menghubungi keponakannya itu jika memerlukan sesuatu.

"Setelah dari Gadingrejo itu saya tidak tahu lagi kabarnya. Dapat kabarnya lagi waktu dihubungi polisi yang menemukan nomor telepon saya di dalam tas paman saya itu. Saya diberitahu kalau bapak Suradi meninggal dunia dan disuruh mengecek ke rumah sakit. Setelah itu, saya juga sudah mengabarkan juga ke keluarga di Way Kanan," ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Natar, Kompol Eko Nugroho membenarkan terkait penemuan mayat di bawah jembatan layang Natar tersebut. Selanjutnya, pihaknya tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab tewasnya Suradi itu dengan memeriksa sejumlah saksi dari sekitar lokasi kejadian dan keluarga korban.

"Penyebabnya itu yang masih kami selidiki, apakah jatuh dari jembatan atau terserang penyakit dadakan hingga korban meninggal dunia. Untuk itu kami meminta izin kepada keluarga korban untuk dilakukan otopsi. Kalau diizinkan maka akan kami lakukan," ujarnya melalui telepon.

BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv