LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 2 May
24624
Kategori Lampung
Penulis Djoni Hartawan
LAMPUNG POST | Diduga Dibegal, Siswa SMPN 2 Pekalongan Tewas dengan 24 Tusukan
Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bohari saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau UN di SMPN 2 Pekalongan, Selasa (2/5/2017). Lampung post/Djoni Hartawan

Diduga Dibegal, Siswa SMPN 2 Pekalongan Tewas dengan 24 Tusukan

SUKADANA --  Hari pertama ujian nasional (UN) di SMPN 2 Pekalongan diwarnai kabar duka. Pasalnya seorang peserta UN di sekolah tersebut, Erman Junaidi, diduga menjadi korban pembegalan dan ditemukan tewas dengan 24 luka tusukan, pada Sabtu (29/4/2017). Jenazah siswa malang itu sendiri ditemukan di seputaran wilayah Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah.
Kepala SMPN 2 Pekalongan Hafzon Exaputra, Selasa  (2/5/2017) membenarkan siswanya tewas diduga akibat pembegalan. Kejadian nahas itu terjadi pada Sabtu (29/4/2017) dan korban tersebut ditemukan tewas dengan 24 luka tusukan di seputaran wilayah Kecamatan Kotagajah, Lamteng. “Siswa kami yang meninggal dunia tersebut memang tercatat sebagai peserta UN hari ini (Selasa [2/5/2017), red),” katanya tanpa memerinci kejadian nahas tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Lamtim, Zaiful Bokhari yang ditemui di sela-sela peninjauan pelaksanaan UN di SMPN 2 Pekalongan mengatakan pihaknya atas nama Pemkab Lamtim menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kemudian kejadian itu bukan hanya menyisakan rasa duka bagi keluarga yang ditinggalkan saja, melainkan juga bagi dunia pendidikan di Lamtim.
Oleh sebab itu, ke depan, tandas Zaiful, pihaknya mengimbau para orang tua siswa di seluruh jenjang pendidikan agar senantiasa mengawasi putra-putri mereka. Hal itu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Di samping orang tua, Zaeful juga meminta kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamtim serta pihak sekolah agar memberikan peringatan atau teguran kepada siswanya yang bersekolah menggunakan sepeda motor. Walaupun kejadian ini terjadi di luar sekolah, pihak sekolah harus mampu memberikan warning kepada siswa serta orang tua agar tidak membiarkan siswanya pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor sendiri. “Sebab di samping masih dibawah umur hal itu juga dilakukan agar dapat mengantisipasi serta membantu menekan tindakan kriminal seperti yang menimpa siswa kita ini,” tandas Zaiful.
Sementara itu, atas nama Pemkab Lamtim, Zaiful juga meminta dan berharap kepada pihak kepolisian secepatnya menangkap pelaku pembegalan sadistis yang menyebabkan siswa SMPN 2 Pekalongan itu tewas mengenaskan.

 

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv