LAMPUNG POST | lampost.co logo
2014 27 July
7050
Kategori Ramadan
Penulis 1

Tags

LAMPUNG POST | Demi Lebaran, Penjual Kulit Ketupat Gelar Lapak Sampai Malam
Demi Lebaran, Penjual Kulit Ketupat Gelar Lapak Sampai Malam

Demi Lebaran, Penjual Kulit Ketupat Gelar Lapak Sampai Malam

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Demi memburu rezeki jelang hari raya Idul Fitri, banyak warga rela menjajakan dagangannya hingga malam. Bahkan tak sedikit yang memaksakan diri bermalam di tepian jalan demi berkah di akhir Ramadhan.

Seperti yang terlihat Sabtu(26/7) malam, hingga pukul sebelas malam masih banyak pedagang kulit ketupat musiman menggelar lapak dagangannya dari pinggiran Pasar Tugu Bandar Lampung sampai lampu merah Jalan Hayam Wuruk. Kehadiran pedagang musiman kulit ketupat ini disebabkan saat Lebaran, sebagian besar masyarakat pasti membuat ketupat.

Yatno, pedagang kulit ketupat, mengatakan, rela berjualan hingga malam karena besok hari terakhir puasa Ramadhan 1435 Hijriah. Dirinya bersama pedagang kulit ketupat lainnya yakin, sejak Minggu (27/7) pagi, pasti hanya sedikit kulit ketupat yang terjual. "Besok terakhir puasa, pasti orang-orang tinggal beres-beres rumah aja. Masak ketupat ya besok, mana sempet kalo mau beli dulu, makanya jualan malem ini", terangnya.

Bahkan ia bersama anaknya membawa tikar dari rumah untuk alas bersantai dan beristirahat sembari menunggu pembeli datang. "Sampe pagi ya ditungguin, nyari rezeki kan gak bisa diem aja di rumah. Ini udah bawa tiker buat tiduran. Temen-temen laen juga jualannya sampe pagi kok", ujar Yatno.

Kemahiran jarinya menganyam daun janur hingga menjadi selongsong ketupat, dimanfaatkan Yatno untuk mengais rupiah jelang hari Raya Idul Fitri. Untuk 1 ikat berisi 10 kulit ketupat, dijualnya seharga Rp 5.000 sampai jam 00.00 wib.

Setelah lewat tengah malam, ia tak mematok harga tetapi menyesuaikan dengan tawaran dari pembeli. "Seiket isi 10 kita jual Rp 5.000, tapi nanti lewat tengah malem tergantung nawarnya daripada kebuang sayang. Asalkan gak rugi aja", tutup Yatno sambil tertawa. (Noor M. Farchan)

(Sulaiman)
LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv