LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 22 April
3979
Kategori Humaniora
Penulis Rudiyansyah
LAMPUNG POST | Damar Dorong Pemenuhan Hak Kesehatan Perempuan
Logo Lembaga advokasi perempuan Damar Lampung. www.permampu.org

Damar Dorong Pemenuhan Hak Kesehatan Perempuan

BANDAR LAMPUNG -- Lembaga advokasi perempuan Damar Lampung, berharap peringatan Hari Kartini menjadi momentum untuk mendorong pemenuhan hak-hak kesehatan perempuan di Lampung. Direktur Damar, Sely Fitriani menyebut saat ini hak-hak perempuan dalam bidang kesehatan masih jauh dari harapan. Hal tersebut terbukti dari terjadinya berbagai pelanggaran hak kesehatan perempuan, seperti kasus kematian ibu di Lampung yang masih tinggi.
Mengutip data, dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Sely memaparkan salah satu bukti pemenuhan hak kesehatan perempuan yang belum maksimal adalah masih ditemukannya angka kematian ibu. Pada 2016 terjadi 111 kasus kematian ibu meninggal. Jumlah tersebut dinilai masih sangat tinggi, meskipun terjadi penurunan dari tahun sebelumnya, yang mencapai 149 ibu meninggal pada 2015.  Permasalahan keseharan lainnya yang juga Damar soroti adalah masih terjadinya kasus gizi buruk di Lampung pada 2016 yang mencapai 86 kasus.
Sementara itu, menurut Sely, fenomena yang juga menjadi sorotan Damar pada peringatan hari kartini tahun ini adalah, terjadinya peningkatan perkawinan usia anak di Lampung selama dua tahun terakhir. “Pengadilan Tinggi Agama mencatat perkawinan anak di Lampung meningkat sekitar 30 hingga 50%. Pada 2015 terdapat 71 pasangan yang menikah diusia anak. Jumlah itu naik menjadi 102 pada tahun 2016,” jelas Sely melalui rilis yang diterima Lampung Post, Jumat (21/4/2017).
Pernikahan usia anak tersebut merupakan akibat dari kehamilan yang tidak diinginkan, permasalahan ekonomi, putus sekolah serta masih adanya perjodohan orang tua. Sely menyebut Damar telah melaksanakan penelitian kehamilan tidak diinginkan atau direncanakan (KTD) di dua kabupaten, yakni Lampung Tengah dan Bandar Lampung.
Penelitian ini menemukan bahwa penyebab KTD ialah kegagalan kontrasepsi, kemiskinan, pengaruh negatif dari media, perkawinan dini, serta pandangan negatif dari masyarakat. “Banyak perempuan yang mengalami KTD akhirnya mengatasinya secara sembunyi-sembunyi yang tidak sesuai dengan standar kesehatan, sehingga berdampak pada masalah kesehatan reproduksi mereka dan menyebabkan tingginya angka kematian,” terang Sely.
Kondisi tersebut, menurut Sely, diperburuk dengan fasilitas kesehatan yang masih belum memadai, seperti peralatan, perlengkapan medis, dan laboratorium yang belum lengkap. “Tidak semua puskesmas memiliki laboratorium, dokter, dan banyak lokasi puskesmas yang jauh dari rumah penduduk,” jelas dia. Sehingga pada peringatan Hari Kartini, menurut Sely, Damar mendesak komitmen formal pemerintah dalam melaksanakan hak asasi pemenuhan hak kesehatan untuk para perempuan.
Pelanggaran terhadap hak kesehatan perempuan bukan karena ketidakmampuan (capacity) pemerintah untuk melaksanakan kewajibannya, namun karena ketidakmauan (unwillingness) pemerintah untuk mengutamakan pemenuhan hak dasar perempuan.
Atas kondisi tersebut, dalam peringatan hari kartini, Damar Lampung mendesak pemerintah Lampung untuk melahirkan kebijakan untuk pencegahan perkawinan anak di Lampung, dan pemenuhan hak-hak kesehatan seksual reproduksi perempuan hingga tingkat desa/kelurahan. Meningkatkan pelaksanaan standar pelayanan minimal kesehatan, membangun mekanisme pengaduan dan penyelesaian masalah layanan kesehatan yang komprehensif bekerja sama dengan sistem layanan rujukan terpadu.

BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv