LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 20 May
7125
LAMPUNG POST | Cuci Tangan Kunci Cegah Infeksi Penyakit
Gerakan mencuci tangan memakai sabun. ukslampungselatan.files.wordpress.com

Cuci Tangan Kunci Cegah Infeksi Penyakit

MESKI terkadang dianggap sepele, ternyata mencuci tangan, sangat penting terutama dilakukan saat seseorang sedang berada di rumah sakit. Mencuci tangan disebut mampu mencegah infeksi berbagai penyakit, di antaranya infeksi nosokomial yang merupakan infeksi yang menjangkiti tubuh pasien pada saat berada di rumah sakit. Infeksi itu dapat berkembang menjadi parah.
Infeksi nosokomial menjadi ancaman besar bagi keselamatan pasien karena dapat memperpanjang masa rawat inap dan merupakan salah satu penyebab utama kematian. Penelitian lebih lanjut mengemukakan infeksi nosokomial di rumah sakit disebabkan kurangnya kepatuhan para tenaga kesehatan terhadap prosedur pencegahannya, termasuk mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan medis terhadap pasien.
Rata-rata, kepatuhan tenaga kesehatan di Indonesia dalam hal mencuci tangan hanya sekitar 20%—40%. Penyebab lainnya ialah kurangnya pengawasan, praktik pencegahan yang buruk dan tidak tepat, serta keterbatasan informasi mengenai pengendalian infeksi di rumah sakit.
Hal tersebut terungkap dalam simposium bertajuk Hand Hygiene Focus–Where are We Now yang diselenggarakan PT Braun Medical Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO), di Jakarta, pekan lalu. Simposium itu bertujuan mengedukasi dan memberikan informasi terbaru tentang standar hand hygiene kepada para tenaga kesehatan.
"Hand hygiene merupakan salah satu kunci utama dalam program pencegahan dan pengendalian infeksi," ujar Lead Adviser of Clean Care is Safer Care WHO, Didier Pittet, pada simposium itu.
Ia menjelaskan hand hygiene merupakan suatu upaya atau tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun antiseptik pada saat mencuci tangan dengan air mengalir. Atau bisa juga menggunakan handrub yang mengandung alkohol sesuai dengan langkah-langkah sistematis yang ditentukan untuk mengurangi jumlah bakteri yang tersebar di tangan.
"Berdasarkan penelitian WHO, praktik hand hygiene yang sesuai dengan aturannya dapat mengurangi risiko infeksi nosokomial hingga 40%," ujarnya.
Infeksi nosokomial disebut bersifat iatrogenik, yakni infeksi dapat terjadi saat tenaga kesehatan menggunakan peralatan medis untuk merawat pasiennya. Misalnya saat penggunaan kateter dan pemasangan infus.

Mengajari Anak

Rajin mencuci tangan juga sangat perlu ditanamkan pada diri si kecil. Dilansir dari situs parenting.co orang tua sudah dapat mengajari anak mencuci tangan sejak memasuki usia 2—3 tahun, saat anak sudah sangat aktif memegang berbagai benda di sekitarnya.  Selain mencuci tangan, hal lain yang juga sangat penting adalah menggunting kuku.
Nah, latihan menggunting kuku bisa dilakukan setelah anak agak besar (sekitar 8—10 tahun) atau ketika para orang tua yakin koordinasi tangan si kecil sudah mantap. Hingga anak bisa melakukannya secara sempurna.
Namun meskipun anak sudah dapat melakukannya, para orang tua sebaiknya tetap mendampingi untuk menghindari sisa-sisa busa sabun yang masih menempel. Pakar kesehatan anak, Kartika memberikan trik, agar anak tidak tergesa-gesa mencuci tangan dan membuat tanggannya masih menyisahkan kotoran.
“Ajak anak mengukur durasi mencuci tangan dengan cara menyanyikan sebuah lagu atau orang tua juga bisa mengajak si kecil menonton video lucu tentang tarian mencuci tangan yang benar dari situs YouTube. Ia bisa menirunya ketika akan mencuci tangan sendiri,” ujar Kartika.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv