LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 14 May
3526
Kategori Sosok
LAMPUNG POST | BPR Utamakan Prinsip Kehati-hatian
Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Lampung Tubagus Zubier Ramadhan. LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

BPR Utamakan Prinsip Kehati-hatian

PERKEMBANGAN Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Lampung dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun terakhir terus meningkat. Bank yang memiliki peranan strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat ini telah memberikan banyak kontribusi terhadap pembangunan Provinsi Lampung. Di antaranya membantu banyak pelaku ekonomi khususnya sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Tak pelak BPR menjadi salah satu bank yang paling dekat dengan masyarakat khususnya pelaku usaha.
Lantas apa program yang sudah dilakukan untuk mendongkrak perekonomian di Lampung dan strategi guna meningkatkan market pasar sehingga BPR lebih dekat dengan masyarakat. Berikut kutipan wawancara wartawan Lampung Post Setiaji Bintang Pamungkas dengan Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Lampung Tubagus Zubier Ramadhan di kantornya, Rabu (10/5/2017).

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Lampung tumbuh positif. Bagaimana perkembangannya saat ini?

Perkembangan BPR di Lampung cukup baik. Secara nasional aset BPR mencapai Rp105 triliun. Dari jumlah tersebut Lampung memegang peran dengan menyumbang sebesar Rp9 triliun atau sekitar 9% dari pertumbuhan nasional. Di situlah peran BPR di Lampung cukup besar jika dilihat dari jumlah hanya 27, yang terdiri dari 26 BPR dan 11 BPR Syariah. Sementara dibandingkan Jawa Timur jumlahnya mencapai 300 BPR. Jawa Tengah ada 300 BPR, Bali ada 100 BPR, dan Jawa Barat jumlahnya juga tidak kalah banyak.

Bagaimana pertumbuhan BPR di Lampung saat ini?

Pertumbuhan BPR di Lampung terus meningkat meskipun persaingan tetap ada. Namun, persaingan yang sehat. Tahun 2015—2016 pertumbuhan BPR mencapai sekitar 15%. Sementara bank umum saja tumbuhnya tidak sebesar itu. Artinya pertumbuhan BPR lebih tinggi dan paling banyak dari UMKM.

Strategi apa yang dilakukan oleh agar BPR tumbuh lebih cepat?

Tentu saja kami banyak strategi yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan BPR. Akan tetapi, kita harus menyadari tentang fungsi BPR dan bagaimana keberadaannya. Untuk itu, strategi harus disesuaikan dengan kondisi. Intinya BPR harus dekat dan memahami kebutuhan nasabah.

Menurut Anda, apa kelebihan BPR dibandingkan dengan bank umum?

Selain harus dekat dengan nasabah, kelebihan lain yang dimiliki BPR sangat sederhana. Yakni cepat dalam pengambilan keputusan kreditnya namun tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam perbankan. Artinya keputusan tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Lantas bagaimana peran pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan BPR di Lampung?

Pemerintah memiliki peran terhadap perbankan. Yang mana kebijakan dan pelayanan perbankan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan, red). Kita tahu bahwa Pemprov Lampung memiliki usaha di bidang perbankan yakni Bank Lampung yang cabangnya ada di kabupaten. Sementara Pemkot Bandar Lampung memiliki Bank Pasar. Jadi pemprov sebagai pelaku industri karena mereka memiliki bank.

Lalu tantangan apa saja BPR di Lampung?

BPR sebagai lembaga jasa keuangan. Jadi ada badan, lembaga, atau usaha yang meng-input data seperti koperasi, BMT (Baitul Mal wa Tamwilada, red) juga bank umum. Tapi, sekarang ada beberapa lembaga keuangan yang tidak resmi, salah satunya investasi bodong yang membuat masyarakat jadi tertipu itu. Hal ini juga menjadi salah satu tantangan bagi BPR.

Jadi bagaimana cara menyakinkan kepada masyarakat bahwa BPR merupakan lembaga keuangan yang baik?

Masyarakat harus mencoba berhubungan baik dengan BPR sebagai solusi masalah keuangan dan modal usaha, sehingga apabila masyarakat butuh modal nanti akan kita bantu. Selain itu, masyarakat juga harus menyimpan dananya di BPR. Sebab, kalau hanya kreditnya saja nanti tidak bisa jalan.

Bagaimana cara BPR untuk mengatasi kredit macet?

Untuk mengatasi kredit macet itu banyak caranya dan harus tahu ilmunya seperti menganalisis, menyurvei gaji, dan lain-lain. Sebelum meminjamkan tentunya kita pakai prinsip kehati-hatian. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan melakukan analisis 5C (character, capacity, capital, condition of economy, dan collateral) terhadap nasabah. Yakni kita harus mengetahui persis calon debitur. Nasabahnya seperti apa. Lalu apakah mereka pernah nunggak di bank atau tidak. Silsilah keluarganya seperti apa dan lain-lain.

Lalu bagaimana dengan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dari BPR?

Penawaran suku bunga juga menjadi tantangan terbesar bagi BPR karena sampai sekarang BPR belum bisa sebagai penyalur KUR. Pemerintah mencanangkan KUR sebesar 9%. Itu subsidi sebenarnya dan kreditnya 20%, bank menyalurkan 9%, dan 11% dibiayai oleh pemerintah melalui APBN. KUR itu sebenarnya usaha pemerintah seolah-olah membantu pengusaha. Terus terang susah menyalurkan KUR.

Bank pemerintah akan menyalurkan KUR kalau macet juga diproses. BPR tidak sanggup untuk menjalankannya, banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Yang pertama komputernya harus terkoneksi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi. Lalu KUR sifatnya penggantian. Jadi, sebelum dapat uang penggantian uang, BPR dulu yang menyalurkan ke nasabah atau dana talangan. Nah, itu kita yang rugi karena belum tentu dananya disetujui.

Biodata

Nama : Tubagus Zubier Ramadhan

Kelahiran: Bengkulu, 7 April 1959

Pendidikan : S-1 Universitas Padjajaran, Bandung

             S-2 Melbourne University, Australia

Jabatan    : Ketua Perbarindo Lampung

BAGIKAN


loading...

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv