LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 9 April
16790
Kategori Pariwisata
Penulis Aris Susanto

Tags

LAMPUNG POST | Surga yang Tersembunyi di Air Terjun Curup Gangsa
Panorama Air Terjun Curup Gangsa dilihat dari atas bebatuan sungguh memesona. Lampung Post/Zainuddin

Surga yang Tersembunyi di Air Terjun Curup Gangsa

WAY Kanan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang letaknya paling utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Oku Timur Provinsi, Sumatera Selatan. Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa di Bumi Petani ini banyak objek wisata yang masih belum terjamah atau perawan. Seperti Air Terjun Curup Gangsa di Desa Peniangan, Kecamatan Kasui, dan Air Terjun Putri Malu di Kecamatan Banjit, Way Kanan. Ada juga destinasi yang kini digalakkan pemda setempat, yaitu wisata Gedung Batin di Desa Gedungbatin, Kecamatan Blambangan Umpu, yaitu  perkampungan adat Way Kanan.

Kali ini kita mengunjungi Air Terjun Curup Gangsa yang terletak di Dusun Tanjungraya, Kampung Kota Way (Kota Air), Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan berjarak sekitar 10 km dari Kecamatan Kasui.

Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Baradatu yang menjadi sentra ekonomi di Way Kanan membutuhkan waktu sekitar empat jam perjalanan. Dari Baradatu kita melanjutkan perjalanan menuju Desa Kota Way di Kecamatan Kasui, dengan tempat Air Terjun Curup Gangsa berada. Hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam kita akan sampai di objek wisata Air Terjun Curup Gangsa.

Kepala Dinas Pariwisata Way Kanan Harun Anosa mengatakan jarak tempuh wisata Air Terjun Curup Gangsa dari pusat perkantoran Pemda Way Kanan di Blambangan Umpu hanya sekitar 30 km.

Untuk menuju lokasi, pengunjung masuk dari samping Pos Polisi Lalu Lintas di Simpang Empat, Kampung Negeribaru (Tugu Siger). “Jarak lokasi dari Simpang Empat hanya sekitar 20 km saja,” ujarnya.

Selasa (4/4/2017) petang, rombongan Lampung Post menelusuri jalan aspal yang sebagian rusak parah menuju Air Terjun Curup Gangsa, mengendarai dua unit mobil. Berdasarkan pengalaman yang sudah kami lalui, sebaiknya pengunjung menggunakan kendaraan atau mobil yang beroda tinggi agar tidak terjebak lubang-lubang jalan yang rusak. Sepanjang perjalanan kami disuguhi keindahan panorama pedesaan, perkebunan karet, dan hutan-hutan kecil. Di depan kami terbentang perbukitan sepanjang mata memandang. Sungguh asyik bagi yang hobi traveling dengan sepeda motor.

Selama perjalanan menuju Air Terjun Curup Gangsa, pengunjung akan melintasi Jalan H Ibrahim, kemudian akan menjumpai Kantor Polsek Kasui, lalu melintasi jalan asap yang berada di Pasar Kasui. Melihat tarap hidup dan kelayakannya, warga Kasui cukup sejahtera karena hasil pertanian mereka melimpah.

Air Terjun Curup Gangsa bersumber dari patahan Sungai Way Tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur melalui beberapa desa di Kasui, seperti Tanjungkurung dan Lebakpeniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjungraya.

Objek wisata ini diresmikan sebagai proyek riset pembangkit listrik tenaga mikro hidro oleh Gubernur Lampung Oemarsono pada 15 Maret 1999.

Sayangnya riset tersebut terhenti sampai sekarang. Bekas bendungan atau dam pembagian air serta gedung permanen untuk kegiatan riset masih berdiri kokoh meskipun terlihat tidak terawat, berada di lembah bebatuan, sekitar 100 meter dari air terjun. Air Terjun Curup Gangsa bak surga yang tersembunyi. Konon, nama Gangsa berasal dari legenda masyarakat setempat yang artinya suara gemerincing air terjun yang bagaikan suara seruling Gangsa. Seruling Gangsa sendiri merupakan seruling bambu yang biasa digunakan oleh masyarakat pada masa lalu. Nah, dari suara inilah nama Curup Gangsa kemudian disematkan pada air terjun yang masih alami ini.

 

Sekitar 50 Meter

Air yang mengalir deras di sela-sela bebatuan dari aliran Sungai Tangkas (Rebang Tangkas, red) itu jatuh ke lembah yang juga bebatuan setinggi belasan meter. Benturan keras belasan kubik air menimbulkan suara gemercik yang menggungah pengunjung untuk mandi di bawah beberapa pancuran raksasa itu. Hawa dingin makin menusuk tulang bagi pengunjung yang tidak terbiasa berada di kawasan bersuhu rendah.

Untuk menuju lembah air terjun, pengunjung harus mempersiapkan tenaga dan alas kaki yang tidak licin karena harus menapak sedikitnya 131 anak tangga. Tetapi tidak perlu khawatir karena anak-anak tangga itu dibangun kokoh bersamaan dengan pembangunan proyek riset yang terbengkalai hingga sekarang.

Ketinggian air terjun ini mencapai sekitar 50 m dengan lebar pematang air sekitar 20 meter. Di sisi lain, ada juga air terjun kecil yang terpisah tetapi masih dalam satu kawasan. Pemandangan yang benar-benar menakjubkan jika kita lihat air terjun ini dari aliran sungai.

Lebar Sungai Gangsa ini sekitar 20 meter. Banyak batu-batu besar yang bertebaran di sepanjang sungai. Pemandangan air terjun secara keseluruhan tampak jelas dari sungai ini. Letaknya yang berada di daerah perbukitan sangat cocok untuk wisata adventure, memancing, berenang, ataupun aktivitas air lainnya.

Jangan lupa pengunjung juga harus membawa bekal karena di sekitar tempat itu tidak ada rumah makan ataupun warung yang menjual makanan kecil atau minuman. Meskipun demikian, jika liburan sekolah atau hari Minggu banyak wisatawan yang berkunjung ke sini.

Yang penasaran ingin menikmati pesona Air Terjun Curup Gangsa silakan berkunjung. Namun, harus diingat, berhati-hati ketika ber-selfie-ria di atas bebatuan yang ada di atas air terjun. Konon beberapa pengunjung terpeleset dan jatuh ke bawah karena batu yang diinjak berlumut sehingga licin.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv