LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 16 April
8151
Kategori Lampung
Penulis Widodo
Editor Sri Agustina

Tags

LAMPUNG POST | Pringsewu Panen Raya dan Tanam Padi Perdana Menuju Swasembada Pangan
Panen raya dan tanam padi perdana menuju swasembada pangan, di Balai Proteksi Pertanian Wates, Pringsewu. (Foto:Lampost/Widodo)

Pringsewu Panen Raya dan Tanam Padi Perdana Menuju Swasembada Pangan

PRINGSEWU--Danrem 043/Gatam Kolonel Inf Hadi Basuki S. Garuda Hitam, Pj.  Bupati Pringsewu Yuda Setiawan,  Kapolres Tanggamus/Pringsewu AKBP. Alvis Suhaili melakukan panen raya dan tanam padi perdana menuju swasembada pangan, di Balai Proteksi Pertanian Wates, Pringsewu.

Panen raya yang dilaksanakan Kamis (13/4/2017), juga dihadiri Dandim 0424 Tanggamus Letkol. Inf. Hista Soleh Harahap, Kadis Pertanian Perternakan Pringsewu Iskandar Muda,  Kadis Ketahanan Pangan Tabrani Mahfi,  Asisten II Djunaidi Hasyim,  dan gapoktan penangkar benih kabupaten Pringsewu. 
Selain panen raya, pemerintah juga membagikan alat pertanian berupa hand traktor empat roda,  hand traktor dua roda,  mesin panen,  mesin perontok jagung.

Kadis Pertanian Peternakan Pringsewu, Iskandar Muda, menjelaskan potensi lahan pertanian produktif di Pringsewu mencapai 13,528 ha, dengan produksi rata-rata memproduksi padi 5,8 ton gabah kering giling/ha.
Iskandar menjelaskan petani masih terus berharap bisa tanam 3 kali dalam setahun.  Saat ini persoalan yang dihadapi petani adalah saat musim hujan kita kebanjiran tetapi saat kemarau tidak ada air. Ini kendala yang selalu di hadapi setiap tahun.

Sementara Pj. Bupati Pringsewu Yuda Setiawan menyatakan pemerintah akan mulai melakukan pemetaan wilayah untuk mengetahui dimana ada sumber-sumber air, sehingga bisa dikelola dengan baik.  

Dia menjelaskan potensi titik-titk air bisa di petakan misalnya di Pringsewu punya beberapa sumber air: Way Sekampung, Way Wayah, Way Mincang. Dia mencontohkan petani di Rejosari mengambil air sistem estafet dari Way Sekampung. Artinya tata keloka air inilah yang paling penting.

Menurutnya, petani harus kuat dan bisa mempertahankan sawahnya agar tetap menjadi lahan produjtif pertanian. Yuda juga berpesan  agar produksi padi Pringsewu bisa terus di tingkatkan.  "Pringsewu adalah pusat jasa, ini rawan akan alih fungsi lahan pertanian,  jadi petani juga harus diuji untuk tetap mempertahankan sawahnya," ungkap Yuda.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv