LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 11 April
2340
LAMPUNG POST | Komitmen Membantu Nelayan
Ilustrasi nelayan. tempo.co

Komitmen Membantu Nelayan

KEMARITIMAN menjadi salah satu program Nawacita pemerintahan Jokowi-JK, termasuk mendorong produktivitas nelayan. Salah satunya bantuan pengolahan hasil tangkap untuk meningkatkan nilai tambah produktivitas para nelayan. Dalam konteks itulah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi leading sector kemaritiman menggelontorkan bantuan senilai Rp2,8 miliar pada 2015, bagi Provinsi Lampung untuk membangun gedung dan mesin olahan tangkapan ikan nelayan.

Pemberian bantuan itu tentu bukan tanpa sebab. Faktanya, Lampung sebagai wilayah dengan panjang garis pantai sekitar 1.105 km dan luas perairan pesisir sekitar 51.991,8 km², tentu mempunyai potensi ekonomi yang tinggi dari lautan.

Dengan luas perairan itu, produksi ikan tangkap di Lampung per 2016 sebesar 164,551 ton per tahun. Namun sayang, proyek bantuan senilai miliaran itu mangkrak. Gedung penampung hasil tangkapan dan mesin olahan dimaksud gagal beroperasi.

Anehnya, meski proyek itu demikian penting, belum ada titik temu terkait mangkraknya alat bantuan dari KKP itu. Baik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung maupun PT Wahana Raharja (WH), sebagai rekanannya, saling lempar tanggung jawab.

Bak bermain pingpong, DKP menyatakan belum serah terima gedung dari PT WH yang juga badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Lampung. Dari perusahaan itu justru menunggu rekomendasi resmi DKP mengenai pengoperasionalan alat itu.

Padahal, beroperasinya mesin pengolahan tepung ikan itu akan membesarkan harapan para nelayan. Mereka tentu terbantu, ikan hasil tangkapan nelayan pasti terserap oleh industri pengolahan tepung ikan tersebut. 

Terlebih hasil tangkapan nelayan selama memang tidak semua terserap untuk konsumsi masyarakat. Margin itulah yang dapat dijual nelayan pada industri olahan. Sayang seribu sayang, bantuan itu hanya bagus dalam tataran perencanaan.

Oleh karena itu, institusi terkait di Provinsi Lampung harus bergerak bersama menuntaskan program bantuan tersebut. Jangan sampai ada lagi bantuan-bantuan yang digelontorkan untuk membantu kesejahteraan nelayan justru macet saat di daerah.

Sebagai wujud Nawacita, bantuan itu merupakan bukti keseriusan Pemerintah Pusat melalui KKP membantu kesejahteraan nelayan. Jika terus-menerus mangkrak tentu merugikan negara. Patut pula didorong aparat berwenang mengusut proyek tersebut. n

BAGIKAN


LAMPUNG POST | Manuver Rizieq Shihab Sia-sia?

Manuver Rizieq Shihab Sia-sia?

26 May 2017 16:00:00

LAMPUNG POST | Kecanduan Medsos dan Anak

Kecanduan Medsos dan Anak

27 May 2017 00:30:00

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv