LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 8 April
4432
LAMPUNG POST | Kebijakan Sesat Sekolah
4.bp.blogspot.co

Kebijakan Sesat Sekolah

DUNIA pendidikan di Kota Bandar Lampung kembali dilanda tragedi. Pemkot Bandar Lampung berencana menutup SDN 2 Palapa dengan pertimbangan lahan bisa dipakai untuk kegiatan komersial yang mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sebelumnya, Pemkot pernah menutup SMKN 9 dengan pertimbangan yang kurang masuk akal, yaitu untuk menambah jumlah SMP negeri. Beruntung, SMKN ini bisa dipertahankan seiring dengan alih kelola pendidikan menengah ke Pemerintah Provinsi.

Dikatakan tragedi sebab dua kebijakan itu pastilah memakan korban, terutama siswa dan orang tua. Sebab, pertimbangan warga menyekolahkan anak salah satunya adalah soal jarak. Makin dekat jarak sekolah tentulah makin baik.

Karena itulah, opsi Pemkot kepada orang tua dari 1.034 siswa SDN 2 Palapa tetaplah pilihan sulit. Mereka harus memilih bergabung ke SDN 1 Palapa atau masuk ke SDN 2 Gotongroyong yang akan merger dengan SDN 1 Gotongroyong.

Amat wajar guru dan wali murid sekolah menolak dengan tegas langkah Pemkot. Pasalnya, pemindahan ini tanpa kepastian lahan dan gedung pengganti. Ini menunjukkan langkah Pemkot sangat mendadak tanpa didahului dengan kajian-kajian mendalam.

Orang tua dan siswa SDN 2 sama sekali tidak dimintai saran dan masukan terkait kebijakan yang menyangkut kepentingan mereka. Padahal, siswa kelas VI sedang mempersiapkan ujian akhir sehingga membutuhkan konsentrasi dan kenyamanan belajar.  

Kita pun sependapat dengan pandangan Dewan Pendidikan Lampung. Siswa jelas bukan barang yang dengan mudah dapat dipindah-pindah. Pemindahan siswa harus memperhatikan aspek psikologis dan sosial agar anak tidak menjadi korban.

Sangat riskan dan berisiko kebijakan menyangkut pendidikan anak dilakukan dengan penuh arogansi dan miskin kajian. Hal ini bisa menyebabkan anak-anak didik menjadi korban dan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan dirampas secara paksa.

Komitmen Pemkot terhadap pendidikan sangat dipertanyakan. Bagaimana tidak, pemimpin kota yang sudah menjabat dua periode ini selalu mengumbar pendidikan sebagai sektor prioritas programnya. Namun, realisasinya tidak semanis janji kampanye.

Pendidikan harus melibatkan berbagai pihak dan partisipasi warga yang luas. Bagaimana mewujudkan pendidikan berkualitas jika tangan besi dan arogansi menguasai pengambil kebijakan. Yang ada justru pendidikan yang terbelenggu dan dinistakan. n

BAGIKAN


LAMPUNG POST | Manuver Rizieq Shihab Sia-sia?

Manuver Rizieq Shihab Sia-sia?

26 May 2017 16:00:00

LAMPUNG POST | Kecanduan Medsos dan Anak

Kecanduan Medsos dan Anak

27 May 2017 00:30:00

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv