LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 2 April
9991
Kategori Lampung
Penulis Deta Citrawan
Editor Sri Agustina

Tags

LAMPUNG POST | Karang Pantai Dikeruk dengan Alat Milik Dinas Lingkungan
Pantai dan karang di Labuhan Jukung, Pesisir Barat dikeruk dengan menggunakan alat berat untuk budi daya kerang mutiara. (Foto:Lampost/Deta)

Karang Pantai Dikeruk dengan Alat Milik Dinas Lingkungan

KRUI--Pengerukan karang yang terjadi di daerah Pantai Labuhan Jukung, Pekon Kampungjawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, beberapa waktu lalu, diketahui telah melanggar aturan daerah lingkungan perlindungan maritim.
Apalagi pengerukan tersebut dilakukan menggunakan ekskavator yang merupakan milik Dinas Lingkungan Hidup setempat. Hal itu berdasarkan pengakuan dari pengawas kerja pembangunan, Samsul.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesisir Barat, Agustina Pertanto, tidak mengetahui alat berat yang digunakan untuk mengeruk karang itu milik dinas lingkungan hidup.

"Menurut saya, tindakan pengerukan karang itu tidak boleh. Mengenai alat berat yang digunakan, saya tidak tahu, apakah alat berat itu benar milik DLH atau bukan," katanya kepada Lampost melalui telepon, Minggu (2/4/2017).
Dia melanjutkan Dinas Lingkungan Hidup Pesisir Barat tidak memiliki wewenang pengerukan, karena laut merupakan wewenang dari Pemerintah Provinsi. "Itu bukan wewenang dinas, laut langsung wewenangnya adalah provinsi. DLH hanya memberikan pengawasan. Jika terdapat laporan dari masyarakat, akan langsung ditindaklanjuti," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses pembangunan dan pengerukan karang itu dimaksudkan untuk dijadikan tempat budi daya mutiara. Sementara pengerukan yang dilakukan sebelumnya adalah untuk pembukaan jalan agar speedboat maupun kapal kecil dapat bersandar ke pinggir pantai tanpa terhalang oleh batu karang.

Terpisah, pengawas dari pengerjaan pembangunan tempat budi daya mutiara, Samsul, mengungkapkan untuk sementara ini kegiatan pengerukan dihentikan sejenak dan bekas dari pengerukan sebelumnya juga telah dirapikan.
"Saat ini pengerjaan sedang diberhentikan sejenak. Bekas sisa pengerukan kemarin juga telah dirapikan lagi. Untuk proses lebih lanjut apakah akan tetap dilanjutkan kembali atau tidak, saya masih menunggu perintah saja," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Syahbandar Pesisir Barat, Ludi Lukardi, mengungkapkan informasi pengerukan pantai itu diperolehnya dari warga sekitar, Sabtu (1/4/2017) sore. Pengerukan telah dilakukan sejak siang hari.
Atas laporan itu, pihaknya bersama Kasat Polair Pesisir Barat AKP Suhairi melihat lokasi pengerukan yang telah mencapai luasan 10 x 5 meter dengan kedalaman lebih dari 50 cm. Pengerukan dilakukan seorang pengawas kegiatan pembangunan yang fondasinya telah berdiri di pinggiran pantai.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv