LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 16 April
9448

Tags

LAMPUNG POST | Hulu Tulung, Cara Ulun Lappung Menjaga Lingkungan
(Ilustrasi) Hulu Tulung dimaknai sebagai tempat sumber mata air atau tempat air berasal yang juga sebagai tempat berkembang biaknya flora dan fauna yang “dijaga” dan dipelihara kelestariannya oleh masyarakat adat. i0.wp.com

Hulu Tulung, Cara Ulun Lappung Menjaga Lingkungan

MASYARAKAT Lampung punya nilai adat yang begitu adiluhung dan tidak sekadar tata cara adat, tetapi juga kehidupan bermasyarakat dan cara menjaga alam. Salah satunya nilai tersebut adalah Hulu Tulung.

Makna Hulu Tulung apabila diartikan secara bahasa, hulu artinya adalah kepala dan tulung yang berarti menolong. Menolong di sini pengertiannya lebih kepada tempat sumber mata air atau tempat air berasal yang juga sebagai tempat berkembang biaknya flora dan fauna yang “dijaga” dan dipelihara kelestariannya oleh masyarakat adat melalui sarana kepercayaan orang Lampung tentang pantangan memasuki daerah Hulu Tulung tersebut karena dianggap keramat yang apabila dilanggar akan mendapatkan bala dari Tuhan atau tegor-tegoran dari nenek moyang. Hulu Tulung yang menjadi daerah larangan tersebut biasanya selalu ada di setiap huma atau ladang masyarakat adat Lampung dengan pada setiap Hulu Tulung dianggap seolah-olah sebagai tempat “suci” sehingga tempat tersebut tidak boleh diganggu gugat keberadaannya karena apabila dilanggar pelaku akan mendapatkan bala dari Tuhan dan mendapat tegor-tegoran dari nenek moyang.

Kepercayaan tentang akan adanya bala dari Tuhan dan tegor-tegoran dari nenek moyang tersebut dapat berlaku apabila telah terjadi pelanggaran atas larangan seperti dengan sengaja memasuki kawasan Hulu Tulung tersebut dengan merambah, membakar, mengambil hasil hutan yang ada di dalamnya, baik berupa tumbuhan maupun hewan, membuang sampah atau sesuatu ke sana, berteriak-teriak, ataupun mengungkapkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan ketika berada di sana. Menurut kepercayaan, apabila pelanggaran-pelanggaran tersebut dilakukan, si pelaku akan mendapatkan bala dari Tuhan atau tegor-tegoran dari nenek moyang dengan dihinggapi penyakit misterius yang sulit untuk disembuhkan atau mendapatkan celaka yang suatu saat akan menimpanya.

 

Menjaga Hulu Tulung

Kepercayaan masyarakat adat Lampung terhadap keramatnya Hulu Tulung tersebut telah terjadi secara turun-temurun meskipun pada zaman sekarang sudah mulai dilupakan dan lambat laun hilang ditelan oleh pesatnya perkembangan zaman. Manusia modern yang ada saat ini perlahan tidak lagi mengindahkan tentang arti penting sebuah warisan kearifan lokal yang sarat dengan pesan-pesan moral, kemanfaatan, kelestarian, dan keberlangsungan hidup manusia itu sendiri. Manusia modern sekarang terkadang dengan dalih pembangunan justru merusak lingkungan secara masif, gunung-gunung dan bukit dikeruk tanahnya, penambangan dan eksploitasi secara serampangan, hutan-hutan dibabat habis, lahan-lahan produktif seperti persawahan disulap menjadi perumahan, belum lagi rawa-rawa dan sumber resapan (cache area) ditimbun kemudian berubah dijadikan pabrik, mal, dan perumahan-perumahan baru atas nama investasi tanpa memperhatikan akibat yang akan terjadi kemudian. Sebab itu, tidak heran untuk tempat tertentu ketika hujan turun yang seharusnya menjadi berkah bagi umat manusia justru menjadi bencana karena banjir dan tanah longsor. Sebaliknya apabila terjadi musim kemarau kekeringan terjadi di mana-mana diakibatkan hilangnya sumber-sumber resapan dan hilangnya hutan serta tanaman-tanaman tumbuh di perbukitan.

Perilaku masyarakat modern nyaris seperti tidak takut akan balasan dari alam dan Tuhan, kerja-kerja mereka dengan menguruk rawa, menimbun lautan, menggusur bukit gunung, dan membabat habis hutan adalah melawan sunatullah alam bahkan perilaku manusia-manusia itu penulis pernah abadikan dalam sebuah puisi yang berjudul “bekerja melawan Tuhan” sebagai akibat begitu sangat berani mereka melawan sunatullah berkedok investasi dan pembangunan. n

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv