LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 13 April
5563
Kategori Nuansa

Tags

LAMPUNG POST | Hati yang Baik
Susilowati, wartawan Lampung Post. Dok. Lampung Post

Hati yang Baik

ZAMAN makin berubah. Hubungan manusia yang satu dengan lainnya lebih banyak dihitung dengan untuk apa, dan mendapatkan apa. Makin sedikit hati yang tulus menolong sesama. Sehingga, menolong seseorang tanpa pamrih menjadi barang langka.

Saya tersentuh dengan sebuah laman yang menceritakan kebaikan hati seseorang. Entah nyata atau imajinasi belaka, tetapi saya yakin orang-orang baik seperti di cerita ini masih ada.

Di sebuah tempat mengaji, hasil musyawarah wali santri dan pengasuh, akan mengadakan seragam mengaji untuk ciri khas tempat mengaji tersebut dan identitas para santri. Seluruh santri dianjurkan menabung untuk membeli seragam tersebut supaya tidak terasa berat.

Adalah seorang anak piatu yang ibunya meninggal beberapa bulan lalu. Sang anak bingung untuk menyampaikan ke ayahnya karena ia biasa diurusi sang ibu, baik urusan mengaji maupun sekolah. Hatinya galau, bagaimana kalau dia tidak punya seragam, bagaimana dia harus bilang ke pengasuh tempat mengajinya.

Hatinya makin gusar saat pengukuran baju tiba. Semua anak yang sedah menabung diukur untuk dijahitkan baju seragam. Si anak piatu tersebut diam saja. Tiba-tiba pengasuh memanggilnya, hatinya makin berdebar-debar, apa jawaban yang akan diberikan jika pengasuh bertanya mengapa dia tidak menabung? Jawaban apa yang harus diberikan. Dia pun memasuki ruang pengasuh dengan gugup.

"Nak, ayok mengukur baju."

"Tetapi aku belum menabung, Bu."

"Sudah ada yang menabung atas namamu, Nak," jawab pengasuh.

"Siapa, Bu?"

"Sudahlah, yang penting Ananda bisa mengukur baju untuk seragam ya. Ananada doakan orang memberi rezeki untukmu selalu sehat dan dimudahkan rezekinya."

"Iya, Bu, terima kasih," jawab sang anak sambil permisi untuk mengukur di ruang lain.

Sang anak menyangka sang pengasuhlah yang memberikan. Sungguh sang pengasuh pun sangat takut anak tersebut menyangkakan hal baik itu pada dia, tetapi sang penolong anak tersebut pun keukeuh untuk tetap dirahasiakan. Yang ada hanya hati-hati yang saling mendoakan untuk kebaikan. Adapun sang anak mengukur baju dengan penuh kegembiraan.

Subhanallah, di zaman yang penuh kepalsuan ini ada sesosok hamba yang melakukan kebaikan, tetapi namanya ingin dirahasiakan. Semoga banyak hati yang mengikutinya. n

 

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv