LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 16 April
2453
Kategori Muda
Penulis Nur Jannah
LAMPUNG POST | Belajar Gratis di Luar Negeri, Yuk!
Rizky Kurnia Wijaya. Lampung Post/Umarudinsyah Mokoagow

Belajar Gratis di Luar Negeri, Yuk!

SAHABAT Muda, siapa sih yang tidak ingin menimba ilmu sampai luar negeri. Selain mendapat pengalaman dan ilmu yang super banyak, kita sekaligus bisa jalan-jalan gratis, pastinya enak dong. Untuk mendapatkan beasiswa gratis ternyata enggak sulit, lo. Kuncinya adalah semangat belajar dan pantang menyerah.

Salah satu Sahabat Muda yang sudah beberapa kali menimba ilmu di luar negeri adalah Rizky Kurnia Wijaya. Ia mendapatkan kesempatan untuk belajar ke luar negeri secara cuma-cuma alias gratis, lo guys! Bahkan, dibiayai pemerintah luar negeri. Dia baru saja pulang dari Amerika tepatnya di Georgia. Rizky mengikuti program beasiswa dari YSEALI (Youth South East Asian Leader) yakni program kuliah singkat selama dua bulan dengan tema Civic engagement and human right, di Kennesaw State University yang pesertanya semua dari negara-negara Asia Tenggara.

Di sana Rizky belajar tentang membangun sebuah organisasi, manajemen, dan lain-lain. Selain itu dia juga berkesempatan mengunjungi lima negara bagian di Amerika.

Menurutnya, banyak persiapan yang dilakukan sebelum menempuh pendidikan di negeri kanguru tersebut. Salah satunya membuat komunitas yang menjadi bekal di sana. "Saat ini pintar saja tidak cukup. Sekarang orang lebih mencari orang-orang yang memiliki jiwa sosial," ujar Rizky berbagi pengalaman, Kamis (13/4/2017).

Media Sosial

Untuk mendapat beasiswa ke luar negeri, Rizky menyarankan agar tidak takut dengan bahasa Inggris dan jangan takut tidak punya uang. Seban, kata dia, saat ini banyak negara yang memberikan program beasiswa full.

"Hampir semua negara menawarkan program beasiswa sehingga untuk dapat beasiswa lebih mudah dan kesempatan juga banyak," kata dia.

Bahkan saat ini program beasiswa ke luar negeri tidak harus lewat perguruan tinggi sehingga proses seleksinya pun lebih kompetitif, sebab itu banyak tahapan yang harus dilalui.

"Panitia seleksi juga akan menilai track record kita. Jadi jangan takut, dimulai dari hal-hal yang kecil beasiswanya, tidak harus langsung ke luar negeri karena itu juga bisa menjadi bekal," kata alumni program Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2013—2014 itu.

Rizky pun membagi kiat untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Salah satunya dengan aktif bertanya dan mencari informasi. Sebab, banyak program beasiswa yang sumber informasinya berasal dari media sosial. "Saran saya juga dengan mendekati lingkarannya, dekati alumni-alumninya jangan malu untuk bertanya, di sana kita akan mendapat banyak informasi sehingga mempermudah kita untuk mendapat beasiswa tersebut," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Riko Pambudi, alumni program pertukaran pemuda antarnegara (PPAN) untuk The Ship For Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2016.

Program tersebut dibiayai penuh oleh Pemerintah Jepang dan ASEAN yang bertujuan mempromosikan persahabatan (promoting friendship) dan pemahaman antarbudaya (cross-cultural understanding) di antara 320 pemuda se-Asia Tenggara dan Jepang.

"Selama program kami banyak belajar tentang kebudayaan dari seluruh negara peserta. Selain itu juga kami melakukan diskusi lintas negara dengan berbagai tema yang termasuk SDGs (suntainable development goals) 2015. Dengan begitu peserta dapat menentukan social project yang akan dilaksanakan di negara masing-masing," ujar mahasiswa FISIP Universitas Lampung ini.

Selain itu, program tersebut juga berbeda dari program PPAN lainny. Karena hanya SSEAYP yang menggunakan kapal pesiar selama program dengan berlayar dari Jepang lalu berkeliling ke lima negara ASEAN selama 52 hari. Selama program itu mereka banyak mengenal teman baru dari ASEAN dan Jepang. Salah satu hal unik yang sering dilakukan oleh peserta selama program adalah noodle party atau pesta mi.

"Kami mengumpulkan berbagai macam mi instan dari seluruh ASEAN-Jepang lalu menyantapnya bersama. Menurut beberapa peserta, mi Indonesialah yang paling enak," kata dia.

Program PPAN tiap tahun dibuka pendaftarannya melalui Dispora provinsi masing-masing. Bagi yang mendapat beasiswa di program ini harus mengikuti seleksi. Mulai dari seleksi berkas, tertulis, wawancara, dan regional training.

"Untuk persiapan, yang jelas kita harus belajar sungguh-sungguh dan mempelajari apa saja indikator penilaian seleksinya sehingga kita bisa mengikuti seleksi dengan optimal," ujarnya.

Kemudian, kita juga harus menjadi pribadi yang selalu siap menghadapi apa pun karena akan selalu menemui hal-hal yang tidak diinginkan. "Bertanya kepada alumni program juga bisa menjadi salah satu cara untuk mempelajari program yang ingin kita ikuti. Saya rasa hal di atas dapat diterapkan dalam mengikuti beasiswa apa saja," kata dia.

BAGIKAN


loading...

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv