LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 11 April
2319
LAMPUNG POST | Bazar Buku
Padli Ramdan, wartawan Lampung Post. Dok. Lampost.co

Bazar Buku

DI depan Kantor Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Daerah Lampung digelar bazar buku dengan harga cukup murah dan terjangkau. Meski memajang buku dengan harga mulai Rp5.000—Rp30 ribu, bazar yang berlangsung selama satu bulan ini terlihat sepi peminat.

Bagi penggila buku, pameran ini menjadi oase di tengah mahalnya harga buku saat ini. Apa lagi di Lampung bazar buku terbilang jarang dan terkadang hanya digelar salah satu toko besar saja.

Saya merindukan adanya pameran buku dengan skala nasional di Bumi Ruwa Jurai. Karena kegiatan yang mengangkat buku sebagai sajian utama belum dilirik, terutama pemerintah daerah.

Ajang book fair yang diikuti banyak penerbit dan menghadirkan para penulis besar masih didominasi di Jawa alias Jawa sentris. Baru-baru ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggalar Minang Book Fair, Februari—Maret lalu. Pameran ini diikuti 35 penerbit buku seluruh Indonesia dan penyelenggara menyediakan 57 stan buku serta 50 stan pendukung.

Sudah saatnya pemda di Lampung menggelar book fair besar tingkat nasional. Kegiatan ini bisa menghadirkan penulis-penulis hebat dan para penggiat literasi untuk berbagai pengalaman dan semangat demi meningkatkan budaya membaca.

Apalagi Pemerintah Provinsi Lampung, melalui Badan Perpustakaan, sedang gencar menggenjot minat baca pelajar dan masyarakat. Peningkatan budaya membaca tidak bisa dicapai hanya dengan membuat aturan dan menggelar pameran alakadarnya.

Kegiatan pameran buku perlu dikemas agar lebih menarik, berkelas, dan tentu saja melibatkan banyak penerbit yang menyediakan buku-buku terjangkau. Dengan mengundang banyak penulis dan penggila buku, semangat untuk mencintai buku bisa ditularkan dan mengendap menjadi budaya.   

Pemprov, pemkot, atau pemkab jangan hanya memperingati hari ulang tahun daerah dengan menggelar konser musik atau acara dangdutan yang efeknya hanya hiburan semata. Bukan mengecilkan acara konser atau dangdutan, melainkan tingkat literasi juga harus dipikirkan dengan menggelar kegiatan yang sepadan.

Alangkah senangnya jika pemda juga mengalokasikan program dan anggaran untuk “konser” penulis dan buku. Kita ingin literasi di Lampung makin hidup dan muncul banyak penulis dengan karya-karya hebat.

BAGIKAN


loading...

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv