LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 31 March
3865
Kategori Lampung
Penulis Perdhana
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | 190 Hektare Tanaman Padi di Palas Terancam Puso
Sawah petani yang baru berusia 7-60 hari terendam banjir di Palas dan terancam puso. (Foto:Dok.Lampost)

190 Hektare Tanaman Padi di Palas Terancam Puso

KALIANDA--Hujan deras yang terjadi beberapa hari lalu mengakibatkan tanaman padi seluas 190 hektare di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terendam banjir. Ratusan tanaman padi berumur 7-60 hari tersebut terancam rusak atau puso. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Rusdi, kepada Lampost.co., mengatakan berdasarkan laporan dari para penyuluh, luas tanaman padi yang terendam mencapai 190 hektare. Tanaman padi itu terletak di dua desa, yakni Desa Bandanhurip seluas 90 hektare dan Mekarmulya 100 hektare.

"Sejauh ini laporan dari para penyuluh kami, baru ada seluas 190 hektare tanaman padi yang terendam. Dimana, umur tanaman padi sudah berkisar 7-60 hari. Hingga kini air masih merendam tanaman padi," kata dia saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (31/3/2017).

Menurutnya, banjir yang merendam tanaman padi di Desa Bandanhurip akibat luapan sungai Way Sekampung yang menerobos pintu air yang kondisi tidak layak. Kemudian, di Desa Mekarmulya lokasi lahan persawahannya merupakan dataran rendah.

"Kalau di Desa Mekarmulya memang daerah dataran rendah. Bahkan, petani desa tersebut menyebutnya daer lebung atau daerah yang rawan banjir. Ya, ini merupakan bencana atau musibah yang kita enggak bisa hindarkan," kata dia.

Rusdi mengatakan ratusan tanaman padi tersebut belum bisa dipastikan mengalami rusak atau puso. Sebab, banjir baru merendam tanaman padi selama dua-tiga hari. "Belum bisa kami simpulkan rusak atau tidak, karena baru dua, tiga hari. Yang jelas, tanamna padi 190 hektare itu baru terancam puso," ujar dia.

Sudarto (34), petani Desa setempat mengatakan tanaman padi miliknya seluas 0,5 hektare terendam banjir sejak tiga hari yang lalu. Dirinya sangat mengkhawatirkan tanaman padi miliknya mengalami puso kembali. "Tanaman ini yang kedua kalinya. Sedangkan, ini sudah banjir lagi. Jelas, saya khawatir tanaman padi itu rusak lagi. Saya sudah rugi banyak," kata dia, Jumat (31/3/2017).

BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv