Pariwisata

Wisata Pesisir Barat Jika Dikelola Dengan Maksimal akan Dongkrak PAD

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat, Audi Marpi. (Lampost.co/Yon Fisoma)

KRUI (Lampost.co) -- Lokasi wisata yang ada di Pesisir Barat jika di kelola maksimal maka secara signifikan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya objek pariwisata yanga memiliki potensi diantaranya, Pantai Labuhan Jukung di Kecamatan Pesisir Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat, Audi Marpi,  kepada Lampost.co saat ditemui di kantornya,  Jumat (29/6/2018) mengatakan pihaknya selama lima hari saja dari H+1 sampai H+5 Idul Fitri 1439 H, menarik retribusi untuk kendaraan bermotor dan orang yang masuk ke lokasi wisata Labuhan Jukung,  berhasil mendapatkan PAD sebesar Rp33 juta lebih.



"Wwaktu Idul Fitri 1439 H, terdapat sekitar 11 ribu pengunjung lebih yang datang ke Labuhan Jukung.  Dan waktu libur tahun baru 2017 lalu,  kami juga mendapat PAD sebesar Rp10 juta lebih. Padahal waktu itu hanya sehari saja diberlakukan tarif masuk Labuhan Jukung," kata Audi.

Pihaknya berkeyakinan kalau seluruh aset wisata milik Pemkab Pesibar dilakukan pembenahan yaitu pembangunan fasilitas fisik yang masih kurang dan dikelola dengan maksimal, maka PAD kabupaten itu akan meningkat signifikan.

Lokasi wisata Labuhan Jukung, kata dia,  bisa saja diserahkan kepada pihak ketiga untuk mengelolanya, bukan seperti saat ini masih di kelola sepenuhnya oleh pemkab melalui Dinas Pariwisata setempat.

"Pihak ketiga dapat mengelolanya,  asalkan setelah melalui pembicaraan dengan pihak pemkab dapat memenuhi klausul-klausul hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Diantaranya target PAD yang harus dipenuhi,  adanya penambahan fasilitas oleh pihak ketiga tersebut,  memelihara dan menjaga kebersihan,  dan upaya upaya agar Labuhan Jukung dapat ramai pengunjung , betul-betul menjadi pusat rekreasi hiburan wisata untuk masyarakat dan pengunjung, " kata dia.

Bukan hanya lokasi wisata Labuhan Jukung, yang merupakan milik pemkab,  namun, kata dia, ada juga lokasi wisata religi Gua Matu di Kecamatan Karya Penggawa yang juga fasilitasnya telah dibangun oleh pemkab setempat dapat juga dikelola dengan baik untuk menghasilkan PAD secara maksimal. 

"Kalau objek wisata Gua Matu, sekarang ini dikelola oleh masyarakat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kecamatan Karya Penggawa. Kita di kabupaten ini sudah ada kepengurusan Pokdarwis dari tingkat kabupaten, kecamatan, sampai ke pekon-pekon," kata dia.

Komentar