Pariwisata

Winarti Janji akan Segera Tata Ulang Kawasan Wisata Cakat Raya

Kawasan Wisata Cakat Raya di Kabupaten Tulangbawang. (Dok/Google Images)

MENGGALA (Lampost.co) -- Tulangbawang sejak dulu dikenal sebagai kawasan transmigrasi banyak suku yang akhirnya menetap di daerah ini. Penghargaan terhadap keberagaman ini, dibangunlah Kawasan Wisata Cakat Raya yang berisi bangunan adat dari beberapa suku.

Dari Pantauan Lampost.co Kabupaten Tulangbawang dikenal akan keberagaman suku penduduknya. Sebagai bentuk penghargaan rupa-rupa suku inilah, Tulangbawang punya kawasan wisata yang disebut juga sebagai Taman Mini Tulangbawang.



Di sini, seluruh masyarakat bisa menikmati wisata bangunan adat dari berbagai suku. Di lahan seluas 3,5 hektare (ha) berdiri rumah adat Batak Toba, Joglo, hingga rumah Adat Minang. Selain itu, ada juga miniatur Candi Prambanan yang sering dijadikan tempat swafoto pengunjung.

Dalam pembangunannya Kabupaten Tulangbawang yang berdiri dari tahu 1997 lalu yang sekarang telah berkembang dalam berbagai hal.Tetapi tidak banyak yang tahu kabupaten yang memiliki luas kurang lebih 3.466.32 km2 tersebut juga mempunyai tempat wisata sarat sejarah di wilayah cakat raya yang tepatnya berada di Kawasan Kampung Menggala Cakat Raya yaitu di Kecamatan Menggala Timur.

Di daerah Cakat Raya ada beberapa miniatur bangunan adat dari suku suku yang terdapat di Kabupaten Tulangbawang.

Tulangbawang memang sejak jaman dahulu memang terkenal menjadi kawasan transmigrasi bagi banyak suku selain dari suku Lampung Pepadun yang memang sudah ada sejak lama dan ada banyak lagi suku yang sudah melakkukan transmigrasi dan telah menetap di Tulang Bawang misalnya saja suku Minangkabau, Jawa, Sunda hingga Batak yang hidup berdampingan di Kabupaten Tulangbawang.

Atas beragamnya suku mantan Bupati Abdurachman Sarbini kemudian Membangun Objek wisata Cakat Raya.

Oleh Sebab itu sebagai perwujudan penghargaan terhadap keberagaman suku yang ada di Tulang Bawang yaitu sekitar 2008 lalu Mantan Bupati Tulangbawang Abdurachman Sarbini bertekad membuat destinasi wisata di Tulangbawang dan dibangunlah Kawasan Cakat Raya yang berisikan bangunan adat dari suku-suku yang terdapat di Tulangbawang sampai miniatur candi Prambanan pun ada.

Saat ini Candi yang memiliki Luas 9 x 10 meter dan juga memiliki tinggi sekitar 12 meter tersebut telah menjadi bidikan sasaran swafoto anak muda Tulangbawang dimana lokasi yang berjarak sekitar 500 meter dari jalan lintas Sumatera yang tidak sulit untuk ditemukan.

Bukan hanya masyarakat Tulangbawang saja, masyarakat dari luar kabupaten yang melewati kawasan tersebut juga banyak yang berkunjung atau sekedar berfoto dan beristirahat sambil meliihat indahnya pemandangan dari Kawasan Cakat Raya.

Dibalik itu, kini kondisi Kawasan Cakat Raya memprihatinkan. Bebebapa bangunan rusak termakan usia karena kurangnya perawatan dimana aset Pemkab Tulangbawang itu seperti sengaja dibiarkan rusak di makan usia.

Bangunan di taman wisata yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat di sana, kini tampak seperti rumah tua yang tak terurus. Selain ada bangunan yang tidak utuh lagi, kawasan di aeral bangunan pun menjadi semak belukar.

Melihat bangunan yang tentu menghabiskan dana tidak kecil itu, sulit dipercaya jika pemerintah setempat tidak menganggarkan dana perawatan. Namun, jika melihat kenyataan aset bangunan itu terbengkalai.

Kepada Lampost.co, Rabu (18/7/2018) salah satu warga yang juga pemerhati lokasi wisata, Achmadi, mengatakan Wisata Cakat Raya yang sejak berdirinya sempat menjadi kebanggan masyarakat Tulangbawang kini seolah tinggal menjadi sejarah. Padahal, Wisata Cakat Raya memiiki pesona yang sungguh indah dan mengagumkan. Karena, selain letaknya yang strategis yakni berada tak jauh dari jalan raya lintas Timur Sumatera, Cakat Raya juga berada di dataran tinggi dan berhadapan langsung dengan lembah yang indah.

Sementara itu, Bupati Tulangbawang Winarti didampingi Wakil Bupati Tulangbawang Hendriwansyah mengatakan pada era kepemimpinan bupati Abdurrahman Sarbini lokasi ini merupakan kawasan wisata yang didalamnya terdapat rumah adat beberapa suku yang ada di Tulangbawang.

"Kawasan ini akan kita percantik dan kita tata lagi. Karenanya kita minta komitmen semua pihak dapat bersama-sama mengembangkan lokasi ini menjadi lokasi wisata terbaik di wilayah Tulangbawang," kata dia.

Dan dalam waktu dekat ini, lanjut Winarti, Pemkab Tulangbawang akan menyulap Kawasan Cakat Raya menjadi objek wisata alam, yang dilengkapi semua sarana prasarana yang memadai untuk kebutuhan wisata ini. Ada rest area, ada puncak tempat berfoto dan dilengkapi arena bermain outbond dan sebagainya. Namun, akan dilakukan secara bertahap.

"Kawasan Wisata Cakat Raya ini akan kita tata ulang kembali dan kita bangun sarana prasarana pendukung agar masyarakat pengunjung dapat sering berkunjung ke sini untuk menikmati keindahan panorama disekitarnya," kata Winarti.

Komentar