Internasional

Usia 58 Tahun, Wanita Inggris Lahirkan Anak Pertama 

Carolyne Ness bersama anaknya, Javed.Ia mengeluarkan banyak biaya untuk kehamilannya.(Foto: Phoenix Features)

LONDON (Lampost.co)--Seorang wanita asal Inggris melahirkan anak pertamanya di usia 58 tahun, setelah menjalani prosedur IVF (In Vitro Fertilization: salah satu teknik membantu perempuan dengan masalah kesuburan memiliki bayi). 
Saat itu, NHS (layanan kesehatan nasional Inggris) menolak perawatan wanita itu dengan alasan sudah berusia terlalu tua.
Carolyne Ness, sekarang berumur 59 tahun, membayar GBP4.500 (berkisar Rp85 juta) untuk prosedur yang disebut adopsi embrio, di mana telur dan sperma donor dibuahi lalu ditanam di dalam rahim wanita.
Menurut pedoman NHS, wanita di bawah 40 tahun memenuhi syarat jaminan pembiayaan tiga kali melahirkan. Sementara wanita berusia antara 40 dan 42 hanya satu kali kehamilan.
Menikah di usia 30 tahun, Carolyne tidak juga kunjung hamil setelah memasuki usia 40 tahun. Kala itu, seorang dokter membawa kabar buruk bahwa dia mengalami infertilitas.
Ia kemudian pindah ke Australia untuk memulai hidup baru. Ketika dia berusia 50, ia masih belum diberi kesempatan menjadi seorang ibu.
Dia mencari anak adopsi di Australia, namun mendapati ternyata prosesnya terlalu panjang. "Plus, saya ingin hamil. Saya ingin bayi di dalam tubuh saya sendiri," serunya. 
Setelah temannya menyarankan adopsi embrio, Carolyne menemukan fakta bahwa hanya Siprus dan India yang menawarkan prosedur semacam itu untuk wanita tua.
"Jika saya masih memiliki telur tersisa, mungkin kualitasnya tidak terlalu baik di usia saya saat ini. Tetapi selama rahim saya sehat, tidak ada alasan mengapa saya tidak dapat mencoba prosedur kehamilan donor," ujarnya.
Seorang dokter menegaskan bahwa rahimnya cukup sehat untuk melahirkan bayi. Tetapi teman-teman Carolyne sempat tidak yakin atas keputusannya untuk hamil.
Carolyne memecahkan tabungannya demi membayar GBP4.500 di International Fertility Centre di New Delhi, serta biaya penerbangan dan akomodasi senilai GBP1000 untuk perjalanan pada Maret 2017.

"Saya menikmati liburan yang hebat, bepergian dengan becak, melihat Taj Mahal. Klinik itu lebih dari yang saya harapkan. Ada ruang tunggu besar dengan deretan bangku di mana pasangan, yang berharap punya bayi, duduk menunggu," kata Carolyne.
 

Komentar