Lampung

Uang Ganti Rugi Lahan Sengketa JTTS  Ada di PN Kalianda

Kepala Kantor Pertanahan Lampung Selatan Sismanto (kiri) tengah memberikan penjelasan dalam jumpa pers, Selasa (12/3/2019), di ruang rapat kantornya. (Foto.Lampost/Juwantoro)

KALIANDA (Lampost.co)--Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan memastikan pembayaran uang ganti rugi (UGR) untuk lahan yang terdampak pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Desa Tanjungsari, Kecamatan Natar, akan direalisasikan.

Kendati demikian, UGR lahan yang dipermasalahkan oleh sejumlah masyarakat itu sedang disengketakan di Pengadilan Negeri (PN) Kalianda.  Sehingga, untuk pembayaran UGR-nya menunggu hasil dari keputusan persidangan.
Hal ini dikatakan Kepala Kantor Pertanahan Lampung Selatan, Sismanto, Selasa (12/3/2019), ketika jumpa pers diruang rapat kerjanya.



Sismanto menjelaskan lahan yang digarap Maryadi, seorang yang mempermasalahakan soal UGR seluas 4.686 meter merupakan tanah yang telah memiliki sertifikat. Lahan garapan tersebut milik tiga orang yakni, Caojin 2 bidang, Leni 2 bidang dan Kramadi 1 bidang.

Namun, kata dia, lahan milik Caojin dan Leni telah dilakukan pembayaran UGR atau sudah selesai. Sementara, lahan milik Kramadi sedang bersengketa dan sedang dalam proses persidangan.

"Kalau uang ganti ruginya sudah ada kok, cuma karena masih berpekara jadi tinggal menunggu hasil keputusan sidang siapa yang berhak menerima uang ganti rugi itu," katanya. 

Mengenai masalah permintaan UGR untuk tanam tumbuh yang juga dipermasalahkan oleh Maryadi yang merupakan suami dari Nurhalimah,  Sismanto menegaskan pada saat tim affresial JTTS turun ke lokasi, kondisi lahan sudah pasca panen. Sehingga tidak ada uang ganti untuk tanam tumbuh. Karena, tanamanya sudah tidak ada.
"Bagaimana mau ada pergantian uang tanam tumbuh, saat tim datang lahan sudah kosong, sudah dipanen," tegasnya.

Sismanto, menjelaskan berdasarkan hasil inventarisir dan Identifikasi satgas, jumlah bidang tanah yang terkena dampak JTTS sebanyak 80 bidang. Namun, 39 bidang telah memiliki sertifikat dan 41 bidang hanya sporadik.

Komentar