Olahraga

Tim Tenis Metro Sabet Juara di Kapolres Cup I Barelang, Batam,

Tim Tenis Metro Sabet Juara di Kapolres Cup I Barelang, Batam,(foyo:dok.pelti)

METRO (Lampost.co):--Tim tenis lapangan Kota Metro, menjuarai Kapolres Cup I Barelang, Batam, yang digelar selama tiga hari Jumat, Sabtu, Minggu (13-15/7), di Batam.

Di bawah menejer, Wakil Walikota Metro, Djohan dan pelatih yang juga Ketua Pelti Kota Metro, Ampian Bustami, tim tenis lapangan Kota Metro, berhak atas piala bergilir, piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp12 juta.
Djohan, mengatakan keberhasilan tim tenis Kota Metro, menjuarai Kapolres Cup I Barelang itu, tidak terlepas dari kebersamaan dan kekompakan yang selalu diutamakan. "Kuncinya kekompakan dan kebersamaan tim",kata Djohan yang juga Wakil Walikota Metro, diruang kerjanya, Selasa (17/7/2018).
 Dijelaskan Djohan, bahwa pada kejuaraan tersebut pihaknya membawa 16 atlet dan turun dalam dua regu, yaitu tegu A dan B. Dimana setiap regunya terdiri dari tiga pasang, (prestasi, kelompok umur 45-56, dan kelompok umur 56-keatas).



Kebetulan, kata Djohan, yang menjadi juara regu A, tetdiri dari Rizka/Rizki (prestasi), Farit/Ratno (45-56), dan Djohan/Mulyadi (56-keatas), dengan cadangan pemain Ampian Bustami dan M Sowi. Sementara regu B yang berhasil masuk 8 besar terdiri dari Suhek/Didik Turmudi (prestasi), H.Rahmin/Albert (45-56), H.Supatmono/Hamdani (56-keatas), dan pemain cadangan Anton.

Ampian Bustami, menambahkan pada kejuaraan tenis lapangan Kapolres Cup I Barelang tersebut, diikuti 16 tim dari berbagai Provinsi dan Kabupaten/Kota sekitar Batam. Pada babak penyisihan menggunakan sistem setengah kompetisi. "Ssaya bangga dengan pencapaian juara pertama, sebab para peserta merupakan atlet andalan didaerahnya. Keberhasilan ini juga kebanggaan bagi dunia tenis lapangan Kota Metro, sebab nama Metro, menggema di Barelang, Batam",katanya, 

Sementara asisten pelatih, Kompol Rahmin, mengatakan keberhasilan hingga mencapai tangga juara tidak terlepas dari strategi yang ia terapkan bersama pelatih kepala dan juga menejer. Artinya, dalam pengaturan strategi pihaknya memang memprioritaskan kekuatan tim di regu A. Sementara regu B merupakan kuda hitam yang memang bisa menjadi harapan timnya. Sayangnya, kata Rahmin, regu B, hanya berhasil menembus delapan besar, hal tersebut terait dengan cidra kaki Albert, disaat pertarungan di delapan besar. "Saya rasa akan lain cerita kalau Albert tidak cidera",kata Rahmin.

Komentar