Feature

Tanpa Ketegasan, Parkir Ganda akan Berulang (3-Habis)

Kendaraan parkir di kawasan Pasar Tengah, Bandar Lampung, Senin (18/12/2017). b. LAMPUNG POST/ZAINUDDIN

BANDAR LAMPUNG (lampost,co) -- Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung membenarkan praktik parkir ganda di wilayah parkir sepanjang Jalan Bengkulu, Jalan Pemuda, dan Jalan Pangkal Pinang di Tanjungkarang Pusat merupakan petugas tidak resmi Dishub.
Menyikapi hal itu, Kadishub Bandar Lampung Ibrahim, melalui Kabid Parkir Afrully, memastikan upaya penertiban parkir ganda. “Tadi pagi kami rapat dipimpin Kadishub. Kami akan tertibkan petugas kami di sana,” katanya, kemarin.
Afrully mengatakan tim dari Dishub telah diturunkan untuk memantau langsung lokasi praktik penarikan tarif parkir ganda. “Tim memantau langsung. Pengawasan kami lakukan di sana dan kepada petugas akan kami berikan peringatan,” ujarnya.
Terpisah, pengamat kebijakan publik Universitas Lampung (Unila), Bambang Utoyo, mengatakan adanya praktik pemungutan tarif parkir ganda di area Simpur Center dan sekitarnya berlangsung dengan cara yang terstruktur, sistematis, dan masif.
Menurut Bambang, fenomena tersebut bukti ketidakmampuan dinas terkait menyelesaikan persoalan ini. “Pengelolaannya harus jelas apakah Dishub atau pihak ketiga, sehingga keluhan konsumen dapat dipertanggungjawabkan,” kata dia.
Bambang menambahkan seharusnya otoritas berwenang melakukan identifikasi persoalan parkir yang sudah sering terulang ini. Jika tidak, Dishub dan Pemkot Bandar Lampung akan dipandang seakan menutup mata terhadap adanya praktik seperti ini.
Untuk mensterilkan petugas parkir tak resmi yang beroperasi, pihak Dishub dan Pemkot, menurutnya, perlu menggandeng aparat penegak hukum untuk menertibkan area parkir Simpur Center dan Jalan Pangkal Pinang yang sarat ditunggangi preman ini.
“Pemkot tidak bisa sterilkan sendiri. Harus ada kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan dialog dengan kepentingan yang ada di situ. Harus ada ketegasan. Ketika komitmen dirumuskan, siapa yang melanggar kesepakatan ditindak dan diusut.”
Dosen FISIP Unila ini mengatakan jika tidak ada ketegasan, praktik seperti ini akan berulang. “Harus ada ketegasan dengan gaji atau seperti apa. Saya perhatikan ini selalu terulang. Ada keluhan, lalu setop, kemudian terjadi lagi,” ujar Bambang. 

Komentar