Lampung

Tak Terima Warganya Tewas Dihakimi Massa, Warga Pakuanaji Nyaris Serang Desa Sumur Bandung

Kapolsek Way Jepara AKP Rizal Effendi memberikan arahan kepada warga Dusun Rempelas, Desa Sumurbandung, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, agar saling menahan diri terkait tewasnya salah satu tersangka pencurian asal Dusun Umbul Tengah. Foto: Dok

SUKADANA (Lampost.co) -- Dipicu salah satu tersangka pencurian tewas dihakimi massa di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Way Jepara. Warga Desa Pakuanaji, Kecamatan Sukadana yang tak terima warganya tewas nyaris menyerang ke Desa Sumur Bandung, Minggu (17/3/2019). Beruntung, bentrok warga antar desa itu dapat dicegah aparat kepolisian.

Kapolsek Way Jepara AKP Rizal Effendi mewakili Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro mengatakan aksi saling menyerang antar kampung itu nyaris terjadi beberapa jam setelah salah satu tersangka pencurian asal Dusun Umbul Tengah, Desa Pakuanaji tewas dihakimi warga Dusun Rempelas, Desa Sumur Bandung pada Minggu (17/3/2019) dini hari.



Mendapat kabar warganya tewas dihakimi warga desa tetangga itu, ratusan warga asal Desa Pakuanaji bermaksud merangsek ke Dusun Rempelas. Khawatir terjadi bentrok warga antar desa, ratusan personel Polres dan Polsek serta sejumlah anggota TNI memperketat penjagaan di dua dusun tersebut.

Kabagops Kompol Abdurrahman Rambe didampingi sejumlah perwira Polres dan Polsek meminta warga dua desa dengan membawa berbagai senjata tajam itu tak melakukan tindakan anarkis yang akan merugikan kedua belah pihak. “Meskipun situasi telah tenang dan warga telah membubarkan diri, petugas tetap berjaga-jaga dan aparat kepolisian akan terus menyelidiki kasus ini,” kata Rizal Effendi.

Terkait kasus pencurian yang menewaskan salah satu warga Dusun Umbul Tengah, Desa Pakuanaji itu, Kapolsek Way Jepara AKP Rizal Effendi menjelaskan sekitar pukul 23.00,  tersangka RA (14) bersama dua temannya bermaksud mencongkel warung milik salah seorang warga Dusun Rempelas, Desa Sumur Bandung. Namun apes, aksi kawanan pencuri yang masih dibawah umur itu diketahui korban.

"Sadar warung miliknya disatroni pencuri, korban meneriaki pelaku. Warga yang malam itu tengah ronda mengepung pelaku. Salah seorang pelaku RA berhasil dibekuk warga. Warga lalu beramai-ramai memukuli pelaku dengan berbagai senjata tumpul. Melihat pelaku sekarat, warga lalu membubarkan diri. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi kemudian membawa pelaku ke rumah sakit di Way Jepara. Karena menderita luka serius dibagian kepala, petugas lalu membawa pelaku ke salah satu rumah sakit di Bandar Lampung. Tapi nahas, nyawa pelaku tak tertolong," terang dia.

Komentar