Feature

Suara Lirih, Terdakwa Akui Mencuri Roti Lantaran Perut Lapar 

Dengan suara lirih, dipersidangan PN Tanjungkarang, Kamis (18/6/2018),terdakwa akui mencurirRotilLantaran perut lapar.  (Foto:Lampost/Febi Herumanika)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Penontotn sidang di Ruang persidangan Cakra Pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang mendadak terdiam saat terdakwa Pahlevi Aldjahim (39), warga Kampung Harapan, Panjang, Bandar Lampung ini memberi keterangan perihal melakukan pencurian roti lantaran perutnya dalam kondisi kosong.

Siang itu jam dinding pengadilan menunjukkan pukul 14.29 Wib, palu hakim diketuk pertanda sidang dibuka untuk umum, terdakwa dihadirkan bersama dua saksi yang mengetahui saat pencurian roti itu terjadi. Wajahnya terdakwa nampak bingung tubuh tinggi besar itu tak kuasa menahan rasa sedih disaat Hakim ketua Syamsudin  menanyakan kenapa terdakwa mencuri 24 buah roti kippao? 
Dengan suara lirih terdakwa menjawab kondisi perutnya kosong dalam keadaan lapar yang tidak tertahan lagi, mendengar ucapan itu penontotn sidang terdiam sembari menggelengkan kepala.
"Perut saya kosong, saya lapar pak waktu itu, bingung harus bagaimana. Sementara uang tidak punya," katanya dengan suara terbata.



Dia kemudian mencoba keluar rumah untuk mencari makan. Namun karena tidak memiliki uang sepeserpun, ia lantas memanjat pagar milik Kamim dan melakukan aksi pencurian. Ya, dalam kesakian Kamim pemilik rumah dan Wiji Astuti pekerja di rumah itu mengaku kaget ketika ia mengecek CCTV monitor dalam keadaan gelap. 
Wiji lantas mengecek kamera pengawas, rupanya kamera sudah hilang. Ketika ia cek rekaman, ada aksi pencurian. Ia lantas menghubungi majikan, Kamim. Dia bersama atasannya kemudian memeriksa barang di toko, rupanya beberapa barang dagangannya hilang seperti 24 packs roti kippao, dan 26 kaleng ikan olahan dicuri. 
"Pas saya cek CCTV, terdakwa manjat pagar belakang rumah pak. Kamera yang merekam aksi dia juga dicabut sama dia," kata Kamim diamini Wiji karyawannya. 
Akibatnya, apabila ditotal, ia merugi Rp3 juta dari aksi pencurian. Sementara Jaksa Penuntut Umum Desmila Sari menjelaskan aksi pencurian yang dilakukan oleh Pahlevi, terjadi pada Kamis (5/4) lalu. Saat itu kata Jaksa, Pahlevi merasa lapar ia pun keluar rumah untuk mencari makan. " karena tidak punya uang terdakwa hanya jala-jalan," ujar jaksa. 
Kemudian, dia lantas memanjat pagar milik Kamim yang merupakan penjual makanan. Ia kemudian mengawasi seisi rumah. Melihat ada CCTV, ia kemudian melepas kamera yang terpasang di atap. Ia kemudian ke freezer boks yang berisi makanan tadi. Terdakwa melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian.
Seusai sidang terdakwa tidak banyak bicara dia berjalan dengan kepala tertunduk tanpa sepatah kata pun meninggalkan ruang persidangan Pengadilan Terbesar di Provinsi Lampung itu.

Komentar