Lampung

Siswa di 30 SD Penengahan Salurkan Bantuan Mie Instan untuk Korban Gempa Lombok

Wakil Kepala SDN Gedongharta, Kecamatan Penengahan, Lamsel menyerahkan bantuan korban gempa Lombok kepada Sugeng Haryono (kanan) penggiat Motor Pustaka selaku koordinator penggalangan donasi gempa Lombok Kecamatan Penengahan. (Lampost.co/Aan Krido)

KALIANDA (Lampost.co) -- Donasi untuk membantu korban gempa Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berjalan. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Mereka dengan semangat tinggi menggalang donasi untuk meringankan beban korban gempa Lombok.

Menurut Sugeng Haryono penggagas donasi korban gempa lombok Bumbung Peduli kecamatan Penengahan, sebanyak 30 SD di Kecamatan Penengahan telah bekerja sama menggalang donasi untuk korban gempa Lombok.



Melalui Bumbung Peduli dan Gerakan Pramuka Gugus Depan SDN Gedung Harta, Kecamatan Penengahan, ujarnya, telah terkumpul cukup banyak mie instan.

“Kami tergerak untuk menggalang donasi bagi korban gempa Lombok. Bantuan kami fokuskan untuk makanan dasar yakni mie instan,” kata Sugeng yang juga penggiat Motor Pustaka di Desa Pasuruan kecamatan Penengahan, Minggu (2/9/2018).

Sementara Suparno wakil Kepala SDN Gedong Harta mengatakan sebanyak 151 siswa dengan jumlah 7 kelas telah bahu membahu mengumpulkan mie instan untuk membantu korban gempa di Lombok.

“Dengan menyisihkan uang jajan, setiap siswa dengan kesadarannya menyumbangkan satu buah mie instan. Kemudian bantuan mie instan itu kami salurkan kepada koordinator penggalangan donasi gempa Lombok ditingkat kecamatan,” pungkasnya.

 

Komentar