Weekend

Si Bongsor Gencar Kampanye Berkendara Aman

Sejumlah anggota komunitas Lampung Max Owner melakukan eskplorasi wisata dengan tur di kawasan Suoh, Lampung Barat, dengan mengendarai sepeda motor jenis Max. (Foto:Dok.LMO)

PULUHAN sepeda motor jenis matik berbodi bongsor berbaris rapi di depan kedai jamur di Jalan Kimaja No. 40, Way Halim, Bandar Lampung. Tempat yang kerap mempertemukan para pengguna motor matik jenis Max yang kini menyatu dalam wadah Lampung Max Owner (LMO).

Anton Marlianse, ketua harian LMO yang juga salah satu penggagas komunitas, mengaku ada cita-cita besar yang diimpikan sejak memutuskan membentuk LMO pada Mei 2015. "Kami ingin komunitas ini menjadi wadah teman-teman pencinta otomotif roda dua untuk saling bereksplorasi dan tentunya saling silaturahmi," kata Anton, belum lama ini.



Tidak hanya itu, ada kesepakatan yang juga dipegang para anggota LMO, yakni terus menjadi pelopor keselamatan berkendara dan menjadi pengendara yang santun di jalanan. Selain menjadi ciri para anggota, hal tersebut juga menjadi pesan yang terus dikampanyekan kepada masyarakat luas, sesama pengguna jalan.

Tidak sulit untuk melakukan sosialisasi, era digital yang saat ini berlangsung pun dimanfaatkan dengan baik oleh para anggota LMO untuk berkampanye melalui media sosial. Selain efektif menebarkan semangat berkendara aman, cara tersebut juga ampuh untuk menjaring keluarga baru sesama pengguna kendaraan jenis Max.

Alhasil, berbagai pencinta motor jenis Max dari berbagai usia dan latar belakang bergabung dalam komunitas ini. Ada pegawai negeri sipil, pengusaha, guru, dosen, mahasiswa, hingga pelajar yang turut bergabung menjadi keluarga besar.

"Anggota kami mulai dari pelajar SMA, meskipun sebagian mereka belum mempunyai SIM, tetapi tetap kami rangkul. Sebab di sini mereka bisa belajar untuk berkendara yang lebih tertib," ujarnya.

Anton menjelaskan sebagai bagian dari kampanye berkendara aman, dalam setiap agenda tur para anggota tidak lupa mengenakan perlengkapan, seperti memakai safety gear, helm standar, jaket, sarung tangan, sepatu tertutup, jins panjang, hingga pengaman tubuh khusus tur.

Kini, LMO memiliki sekitar 50 anggota aktif. Untuk dapat bergabung dengan komunitas ini, calon anggota perlu memiliki kelengkapan mulai dari surat-surat resmi kendaraan dan SIM. Kemudian surat pernyataan bagi yang belum memiliki SIM, khusus untuk pelajar.

 

Eksplorasi Wisata

Selain aktif mengampanyekan berkendara aman, anggota LMO juga kerap mengeksplorasi tempat-tempat pariwisata melalui agenda turnya. Tidak hanya di Lampung, tur atau eksplorasi luar daerah juga kerap diagendakan, seperti eksplorasi Pulau Jawa hingga Pulau Dewata.

"Saya sendiri sudah memperkenalkan LMO ke daerah lain, seperti Lombok di NTB pada 2015. Di Sumatera saat ini baru ada LMO, dan kami dinaungi oleh Indonesia Max Owners sehingga kerap ada event anniversary komunitas di daerah lain dan kami hadir bersama," ujar Anton.

Dia menambahkan tidak lama lagi LMO pun akan mengadakan musyawarah besar untuk memilih ketua umum dan pengukuhan kepengurusan yang baru periode 2018/2019. "Kami berencana membuat agenda jelajah di luar Lampung. Memasuki Ramadan kami sudah siap untuk membuat baksos dan sebagainya," kata dia.

Komentar