Humaniora

Sekolah Belum Terapkan 37,5 Jam Bagi Guru Honorer di Bandar Lampung

Ilustrasi. Sejumlah guru SMPN 25 Bandar Lampung, sedang berbincang usai mengajar. Dok. Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Sekolah di Bandar Lampung belum menerapkan beban kerja 37,5 jam dalam sepekan kepada guru honorer dalam mengajar.

Ketua musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP Bandar Lampung, M Badrun kepada lampost.co, Jumat (7/9/2018) mengatakan beban kerja guru honor di sekolah bergantung jumlah jam mengajar.



Ia mengatakan, belum diterapkannya Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 mengenai pemenuhan beban kerja bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, karena status guru berbeda.

“Guru yang menjalankan beban kerja 37,5 jam dalam sepekan di tempat kami hanya berlaku bagi guru berstatus ASN saja. Kalau guru honor, bergantung jam mengajarnya saja, tetapi minimal 24 jam perpekan,” ujarnya yang juga Kepala SMPN 25 Bandar Lampung itu.

Bila guru honor berada di sekolah 37,5 jam dalam sepekan namun tugas mengajar kurang dari jam tersebut, menurut Badrun membebankan keuangan sekolah, karena guru honor hanya dibayar berdasarkan jam bekerja.

“Bisa nombok sekolah kalau seluruh guru honor berada di sekolah selama 37,5 jam dalam sepekan, sementara hanya mengajar kurang dari jumlah jam itu. Kecuali gurunya diberikan upah minimal regional. Sekarang guru masih dibayarkan sesuai jam mengajar,” kata Badrun.

Penerapan 37,5 jam dalam sepekan juga belum berlaku di SMPN 33 Bandar Lampung. Kepala sekolah setempat M Yusri mengatakan guru honor di tempatnya bekerja sesuai jam mengajar.

“Mengenai beban kerja guru honor masih dihitung berdasarakan jam mengajar saja. Bila guru tidak mengajar maka tidak berada di sekolah, kecuali ada jam mengajar,” kata dia.

Sebelumnya Kepala Seksi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Disdikbud Bandar Lampung, Khairul Athar mengatakan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 yang dikelurkan mengenai beban kerja tidak hanya berlaku bagi guru berstatus ASN, melainkan dapat dipatuhi juga oleh guru honor.

Menurutnya, guru honor sama-sama memiliki tanggung jawab dalam bekerja yakni selain memberikan materi pembelajaran tatap muka kepada siswa, juga mempunyai kewajiban merancang dan mempersiapkan bahan sebelum diberikan kepada siswa.

“Permendikbud mengenai pemenuhan beban kerja selama 37,5 jam dalam seminggu tidak hanya berlaku bagi guru ASN, diharapkan juga dapat dijalankan oleh guru honor. Permendikbud itu bersifat umum bagi semua guru,” ujar dia.

 

Komentar