Lampung

RSUD Bob Bazar Gandeng KPK Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

RSUD Bob Bazar Gandeng KPK Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi. (Foto:Lampost/Juwantoro)

KALIANDA (Lampost.co) -- Pelaksana Tugas Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto membuka secara resmi sosialisasi pencegahan tidak pidana korupsi oleh Tim Deputi Pencegahan KPK RI, Sabtu (1/9/2018), di Aula RSUD Bob Bazar Kalianda.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Tim Deputi Pencegahan KPK RI Ardiansyah M. Nasution, Penyidik KPK RI Tri Yulianto, Sekkab Lampung Selatan Fredy SM, Kepala Inspektorat Joko Sapta, Kepala BKD Akar Wibowo, Kepala BPKAD Intji Indriati, Direktur RSUD Bo Bazar Kalianda Diah Anjarini dan Kasi Pidsus Kejari Lamsel Andi.



Lalu, Kepala PMI Lampung Selatan Ashad Toha, Camat Kalianda Erdiansyah, jajaran RSUD Bob Bazar Kalianda, beberapa rekanan RSUD Bob Bazar Kalianda, tokoh masyarakat, LSM dan sejumlah jurnalis.

Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Lamsel tentu menjadi keprihatinan kita bersama. Namun,  di sisi lain juga menjadi cambuk bagi kita semua, khususnya bagi Pelaksana Tugas Bupati setempat untuk terus berbenah dan memperbaiki sistem penyelenggaraan dan pelayanan Pemerintahan di kabupaten ini. 

"Oleh karena itu, diharapkan dapat menghasiikan terselenggaranya pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepptisme (KKN) serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Sejalan dengan komitmen saya tersebut, maka saya menyambut baik kehadiran Tim Deputi Pencegahan KPK RI,"ujar Nanang.

Nanang mengucapkan terima kasih kepada Tim Deputi Pencegahan KPK RI yang telah berkenan hadir pada acara Sosialisasi Pencegahan Tidak Pidana Korupsi Daiam Rangka Pelayanan Pubiik.

"Saya mohon kepada Tim Deputi Pencegahan KPK RI dapat memberikan saran dan masukan kepada kita semua khususnya kepada RSUD Bob Bazaar Kalianda agar RSUD yang teriebih dengan perkembangan ilmu dan teknologi dalam bidang kesehatan. Maka, Rumah Sakit Umum Daerah dituntut lebih keras lagi berusaha dan meningkatkan profesionalisme dalam bekerja khususnya dalam memberikan pe|ayanan kesehatan kepada para pasiennya,"katanya. 

Dilain pihak, Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda Diah Anjarini mengatakan per Januari 2017 banyak hal yang dilakukan oleh RSUD Bob Bazar Kalianda untuk mendapatkan paripurna akreditasi dan kini pihak RSUD ini tengah mengejar predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

"Kami berharap saran dan masukan dari konstruktif dari KPK RI agar bisa menempuh tahapan demi tahapan. Sehingga,  bisa meraih predikat WBK tersebut,"katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Deputi Pencegahan KPK RI Ardiansyah M. Nasution, menyatakan ada RSUD di Kabupaten seperti Kabupaten Lampung Selatan ini bisa mendapatkan predikat paripurna akreditasi suatu hal yang luar biasa. Maka, hal ini perlu kita dukung. Apalagi, secara hukum telah dipaparkan semua oleh Direktur RSUD tentang berbagai upaya yang telah dilakukan misalnya Satuan Pengawas Internal (SPI) dan legalitas RSUD Bob Bazar Kalianda. Sebab, banyak lahan rumah sakit, lahan puskesmas dan dokter spesialis tidak berizin (Ilegal,red).

"Alhamdulillah,  tadi sudah dipaparkan oleh Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda tentang standar aturan yang ada. Kendati demikian,  apakah yang dipaparkan telah sesuai dengan yang ada. Maka, kita perlu melakukan pengawasan. Tapi, hendaknya pihak RSUD Bob Bazar Kalianda tidak lari dari standar aturan yang ada,"tegas Ardiansyah M Nasution yang akrab di pangggil Coky. 

Komentar