Lampung

Ratusan Ayam di Balikbukit Mati Terserang Tetelo

Petugas Disbunnak Lambar, Selasa (4/9) periksa ayam mati di dia dusun hasilnya karena tetelo.Eliyah

LIWA (Lampost.co) -- Ratusan ekor ayam milik warga Dusun Rantaubaru, dan Cagungan, Pekon Sukarame, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, mati mendadak dalam tiga hari belakangan ini.

Kabid Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar Al Maarif mendampingi Kadis Tri Umaryani, Selasa (4/9/2018), menjelaskan pihaknya bersama tim kesehatan hewan telah melakukan pemeriksaan terhadap unggas itu.



"Berdasarkan hasil pemeriksaan, ayam itu mati bukan karena virus flu burung akan tetapi disebabkan tetelo atau ND," kata dia.

Serangan virus terhadap unggas itu biasanya menular akibat ayam biasa diliarkan sehingga satu ekor bahkan satu kandang ayam terserang akan menular ke ayam warga disekitarnya. Virus ini sifatnya mewabah tapi tidak menular ke manusia.

Maarif menambahkan, pihaknya tidak mendata secara keseluruhan tapi jika digabung dipastikan jumlahnya lebih dari 100 ekor. Apalagi ini terjadi di dua dusun, dimana warganya rata-rata memelihara ayam.

"Rata-rata ternak ayam milik warga di dua dusun yang berdekatan itu dalam 2-3 hari ini rata-rata telah terserang," kata Maarif.

Dia menjelaskan, ayam terserang awalnya terlihat pucat dan lemas kemudian mati. Namun virus itu tidak berbahaya bagi manusia. Karena itu ayam yang terserang jika masih gejala maka itu masih bisa dipotong untuk dikonsumsi tetapi harus dimasak sampai benar-benar matang agar virusnya mati.

"Diimbau kepada masyarakat agar ayam yang masih sehat dikurung/tidak diliarkan. Kami juga membagikan desinpektan untuk bahan menyemprot kandang agar virusnya mati," tambahnya.

 

Komentar