Tumbai

Prosesi Ngantak Daw (Nguperadu Daw)

Prosesi perkawinan adat Pepadun. malahayati.ac.id

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Setelah prosesi manjau ngemiang, salah satu tahapan dalam prosesi sebambangan, yaitu kunjungan kepada pihak keluarga perempuan, calon mempelai pria diantar oleh keluarganya (orang tua, kelama, kemaman, benulung) bersama perwatin dan tokoh-tokoh adatnya untuk memperkenalkan diri kepada orang tua gadis dan keluarganya, serta tetangga di sekitar tempat tinggalnya, prosesi selanjutnya adalah ngantak daw atau nguperadu daw.
Ngantak daw merupakan tahap atau proses ketiga yang harus dilakukan dalam penyelesaian sebambangan (ninjuk). Kegiatan ngantak daw dilaksanakan sebelum perkawinan berlangsung.
Secara harfiah, nguperadu daw atau ngantak daw berasal dari dua kata, yaitu ngantak, berarti mengantarkan atau nguperadu (menyelesaikan). Kemudian daw memiliki arti biaya, sehingga nguperadu daw dapat diartikan sebagai proses penyelesaian berupa pemenuhan semua syarat yang ditentukan oleh orang tua atau keluarga gadis serta menyelesaikan semua syarat-syarat yang telah ditentukan dalam hukum adat (biaya adat perkawinan dalam masyarakat hukum adat).
Adapun tingkatan daw yang harus dipenuhi dalam menyelesaikan sebambangan sudah permanen, yaitu angka 24 baik Rp24, Rp240, Rp2.400, Rp24 ribu, Rp240 ribu, Rp2,4 juta, dan seterusnya sesuai dengan kemampuan, tetapi harus tetap berada di angka 24.
Adapun cara dan syarat ngupuradu daw sebagai berikut. Pertama, ngantakko bahan mengan nginum (mengantarkan bahan makan dan minum). Pelaksanaan nguperadu daw merupakan kegiatan penyelesaian yang dilakukan di kediaman keluarga gadis, tetapi bahan makan dan minum merupakan tanggung jawab dari keluarga bujang. Kegunaan bahan makan dan minum bukanlah untuk keluarga gadis, melainkan untuk perlengkapan acara penyelesaian sebambangan.
Kedua, sai lapah keluarga, perwatin sai jumlah ne terbatas (yang jalan keluarga, tokoh adat yang jumlahnya terbatas). Adapun yang menghadiri pelaksanan nguperadu daw adalah keluarga dan beberapa tokoh adat yang menjadi delegasi masyarakat adat. Fungsi dari tokoh adat atau perwatin adalah sebagai perwakilan masyarakat adat untuk menghadiri acara dan menyaksikan penyelesaian sebambangan.
Ketiga, sarana ngantak daw/bia-bia nguperadu daw (semua biaya). Tujuan utama dalam nguperadu daw adalah menyelesaikan semua syarat dan biaya adat dalam hukum perkawinan masyarakat adat Lampung Sungkai.
Keempat, penyerahan bia/daw dilakuko oleh wakil/juru bicara (penyerahan dilakukan oleh juru bicara). Penyerahan seluruh biaya dilakukan oleh juru bicara dari pihak bujang yang biasanya dilakukan oleh tokoh adat.
Pelaksanaan nguperadu daw memiliki kaitan yang sangat erat dengan tahap sebelumnya, yaitu sujud perlop dan manjau ngemian yang berkenaan dengan musyawarah lanjutan yang dilakukan oleh kedua keluarga. Proses musyawarah lanjutan pada sujud perlop dan manjau ngemian, orang tua atau keluarga gadis akan memberikan beberapa syarat (jika ada) kepada bujang dan keluarganya untuk dapat dipenuhi. Adapun pemenuhan semua persyaratan dilakukan pada nguperadu daw bersamaan dengan menyelesaikan semua biaya perkawinan dalam hukum adat Lampung, khususnya di adat Lampung Sungkai.
Melihat latar belakang tersebut, jelas bahwa perkawinan dalam adat Lampung bukan hanya sebatas perikatan antara satu orang dengan yang lainnya, melainkan merupakan ikatan pribadi, keluarga, kekerabatan, dan tetangga. Hal tersebut terlihat dalam proses penyelesaian nguperadu daw yang melibatkan keluarga, perwatin (tokoh adat) yang merupakan tetangga dari keluarga yang memiliki acara perkawinan.
Pada proses penyelesaian sebambangan, tidak ada larangan bagi keluarga gadis untuk memberikan syarat tertentu kepada pihak bujang selama syarat yang diajukan tidak bertentangan dengan syariat Islam, undang-undang, ketertiban umum, dan kesusilaan. Hal tersebut menekankan bahwa proses negosiasi antara kedua pihak dalam menyelesaikan sebambangan sangat mengedepankan akal sehat dan dengan cara yang baik, yaitu musyawarah mufakat yang konsep penyelesaiannya sama dengan negosiasi dengan tujuan menemukan jalan keluar yang terbaik. n

Komentar