Pemilu 2019

Prabowo-Sandi Kritisi Kondisi Ekonomi Bangsa

Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno. Foto: MI/Pius Erlangga.

Jakarta (Lampost.co) -- Calon presiden Prabowo Subianto mengkritisi kondisi ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut perekonomian Indonesia memprihatinkan.

"Menyikapi keadaan ekonomi kita, terutama dengan perkembangan pelemahan rupiah kita yang kekuatannya melemah secara cukup tajam dan memprihatinkan," kata Prabowo usai pertemuan dengan pimpinan partai koalisi di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat, 7 September 2018.



Calon wakil presiden Sandiaga Uno juga melontarkan kritikan kepada pemerintah. Sandi menyebut rendahnya sektor manufaktur dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) menjadi penyebab perekonomian Indonesia melorot.

"Sektor Manufacturing yang pernah mencapai hampir 30% dari PDB kita pada tahun 1997, sekarang tinggal 19% dari PDB kita. Hal ini tentu mengganggu ketersediaan lapangan kerja dan Ekspor kita," kata Sandi.

Kondisi ekonomi yang serba sulit, kata Sandi, ditambah dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Hal itu dinilai sangat memberatkan perekonomian nasional terutama rakyat kecil. 

"Cepat atau lambat, harus menanggung kenaikan harga-harga kebutuhan bahan pokok, termasuk harga kebutuhan makanan sehari-hari rakyat kecil, seperti tahu dan tempe," jelas Sandi.

Menurut Sandi, melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan lemahnya fundamental ekonomi Tanah Air. Pertama, defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan atau current accounting devisit. 

"Sektor manufakturing yang menurun dan pertumbuhan sektor manufakturing yang di bawah pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Komentar