Lampung

Polsek dan Koramil Pesisir Tengah Gelar Rakor Antisipasi Bencana

Polsek dan Koramil Pesisir Tengah saat gelar rakor antisipasi bencana alam dan persiapan pengamanan pilratin, Kamis (6/9/2018). (Lampost.co/Deta Citrawan)

KRUI (Lampost.co) -- Mapolsek Pesisir Tengah bersama Makoramil Pesisir Tengah menggelar rapat koordinasi antisipasi bencana alam dan persiapan pengamanan pemilihan kepala peratin 2018, yang dilaksanakan di Aula RM Ceria, Pekon Laay, Kecamatan Karyapenggawa, Kamis (6/9/2018).

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung oleh Kapolsek Peisisr Tengah Kompol. M. Daud;  Danramil Pesisir Tengah Kap. Arm. Sahabudin; Pengawas Jalinbar Polman, camat, dan seluruh peratin yang ada diwilayah hukum Polsek Pesisir Tengah.



Dalam kesempatan itu, Kompol M. Daud menyampaikan tanpa menunggu perintah, tanpa menunggu anggaran TNI-Polri siap antisipasi menanggulangi bencana alam dan mengamankan Kamtibmas menjaga Kesatuan Wilayah Republik Indonesia khususnya diwilayah hukum polsek setempat.

“Jangan menunggu Anggaran dan Menunggu Koordinasi yang sulit, Misi Kemanusiaan harus kita utamakan, dalam waktu dekat kita harus simulasikan apel kesiap siagaan peralatan dan rute evakuasi penyelamatan apabila terjadi bencana alam di wilayah pekon dan kecamatan,” kata dia.

Masih, kata dia, apabila koordinasi dengan satker terkait sulit dilaksanakan, maka terpaksa birokrasi kami langgar demi misi kemanusiaan TNI dan Polri, jangan pernah terhambat karena sulitnya birokrasi anggaran dengan satker tertentu.

“Kita tidak mengetahui kapan bencana itu akan terjadi, cuaca tidak bersahabat dalam waktu seketika, apakah harus menunggu mayat bergelimpangan daripada mencegah dan mengurangi jumlah korban,” ujarnya.

Menurutnya, orang-orang tertentu telah memasukkan paham radikalisme terhadap sendi-sendi generasi penerus bangsa, dari itu semua pihak perlu memberikan pemahaman tentang bahaya paham terorisme, yang akan menyebabkan perpecahan umat dan bangsa.

“Untuk pengamanan pilperatin H-30 sudah persiapan, sehebat apapun sumberdaya manusia yang ada tanpa perencanaan yang matang tidak akan berhasil dengan baik dan pasti akan berantakan,” jelasnya.

Sementara itu, Danramil Pesisir Tengah Kapt. Arm. Sahabudin menyampaikan apabila terjadi bencana alam harus ada rute penyelamatan arahnya kemana, harus simulasi di pekon dan kecamatan, pihaknya mendukung apa yang menjadi program Polsek Pesisir Tengah dan Koramil Pesisir Tengah di wilayah teritorial pertahanan kodim 0422 atau koramil 03 Pesisir Tengah.

“TNI ada program TMMD, kalau di wilayah pekon para peratin ada yang perlu dibangun bisa juga diajukan melalui koramil, saya yakin ada wilayah saudara yang pembangunannya belum maksimal,” singkatnya.

Komentar