Kriminal

Polda Lampung Bongkar Penyebab Elpiji 3kg Langka

Dirreskrimsus Polda Lampung Kombespol Aswin Sipayung, saat menunjukkan tabung elpiji 3 kg, yang disita dari perusahaan ternak, Kamis (20/9/2018).(Lampost/Asrul)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Lampung perlahan-lahan membongkar penyebab langkanya elpiji 3 kg, yang dikeluhkan masyarakat.

Salah satunya adanya perusahaan ternak  yang menggunakan hampir 2.000 gas elpiji 3kg yang subsidi selama 2 tahun terakhir ini.



Hasilnya, aparat menyegel perusahaan peternakan Ayam CV Sawadaya Agri Jaya (SAJ), yang terletak di Lampung Timur, pada Rabu (19/9/2018) lalu.

Dari pengungkapan tersebut telah diperiksa 7 orang sebagai saksi, mereka berinisal  V,S,I,Y,W,Y dan S. Aparat juga bakal memeriksa pemilik usaha tersebut yang berinisal UD.

Usaha tersebut memiliki tiga lokasi, yakni kandang pembesaran ayam di desa Siraman, Pekalongan, Lampung Timur, dengan kapasitas 10.600 ekor ayam. Kandang ayam pemeliharaan yang terletak tak jauh dari lokasi pertama, dengan kapasitas 15.000 ekor, dan kandang ayam produksi, di desa Gondong Rejo, Pekalongan dengan kapasitas 128.000 ekor.

Dirreskrimsus Polda Lampung Kombespol Aswin Sipayung mengatakan, modus yang digunakan pelaku yakni mengoplos penggunaan gas subsidi dengan non subsidi, unik mesin DOC atau pemanas.

"Informasi dari masyarakat, gas langka dan kami lakukan Lidik, ternyata ada perusahaan ternak yang pakai gas non subsidi. Modusnya, tabung non Subsidi ditaruh di luar, subsidi di ruang pemanas bagian belakang, jadi biar mengelabui," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (20/9/2018).

Dari pemeriksaan awal, didapati catatan pembelian tabung LPG 3 KG selama 2017 dan 2018. Pada 2017 total ada 1.444 tabung melon yang telah digunakan, dan pada 2018 ada 552 tabung gas yang digunakan.

Selain itu, usaha tersebut merupakan usaha menengah dengan omset mencapai Rp 500 juta, sedangkan dalam  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, hanya usaha mikro dengan omset maksimal 300 juta yang menggunakan tabung gas subsidi.

"Sementara semua, masih saksi, kita dalami dulu apa benar dia ini murni usaha tingkat menengah, kan hanya usaha mirko atau kecil saja yang menggunakan tabung gas subsidi," katanya.

Disinggung apakah masih ada usaha lainnya, yang menggunakan tabung gas subsidi, pihaknya masih mendalami hal tersebut, dan akan melakukan penyisiran di seluruh provinsi Lampung.

"Kalau ada informasi bisa berikan ke kami," katanya.

Dari lokasi kejadian, aparat menyita 6 tabung gas Elpiji 3kg yang masih tersegel,  4 tabung 3 kg yang sudah habis, dan 2 tabung 3 kg yang terpasang dengan pemanas.

Sementara pelaku atau pemilik diancam denga UU Nomor 1 tahun 1995, tentang pengusutan, peradlian tindak pidana ekonomi, Permen ESDM no 26 tahun 2009 tentang Penyedian dan Pendistribusian LGP, dan Permendag no 46 Tahun 2009 Tentang Surat Izin Perdagangan.

 

 

Komentar