Wat Wat Gawoh

Pilot Pengungsi

Ilustrasi (Dok/Pixabay.com)

PENGUNGSI yang sering terabaikan, kadang mereka akan berebut makanan demi mempertahankan hidupnya. Bahkan, perebutan itu membuat kisruh wilayah pengungsian dan justru menjadi perhatian.

Nah... kik aga sepatian ulihni kanian, guwaini habelis. Acak tibagi (Nah... kalau rebutan makanan itu godaan setan. Lebih baik dibagi rata dengan baik).



Namun, kali ini justru dua pengemudi alias pilot pesawat yang bertingkah bak pengungsi. Dua pilot maskapai Iraqi Airways terlibat perkelahian di udara saat penerbangan karena masalah sepele, yakni karena makanan.

Mereka itu pilot pesawat dari Mashad, Iran, dengan tujuan Bagdad, Irak. Ketika berada di ketinggian 37 ribu kaki, pilot dari pesawat yang membawa 157 penumpang justru berkelahi. Alhasil, keduanya pun diproses maskapai dan kopilot menulis laporan mengenai insiden memalukan itu.

Ana dia ulih kuti tipecat jama sekebak pline, mujor muneh mak nyelaka ko jelma. Wat-wat gawoh (Itulah hasilnya, kalian dipecat maskapai. Untung tidak mencelakai orang. Ada-ada saja).

"Perdebatan dengan pilot makin memanas karena dia melarang pramugari membawakan saya makanan. Semua atas dasar bahwa saya belum meminta izin," isi surat laporan kopilot, seperti dikutip The Independent.

Menurut laporan, pihak keamanan pesawat harus mengambil tindakan ketika perdebatan kedua pilot berakhir dengan adu jotos. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat, tetapi kedua pilot itu melanjutkan perkelahiannya di darat.

Pihak Iraqi Airways menjelaskan kedua pilot itu dalam penyelidikan. Kementerian Transportasi pun membuka penyelidikan terhadap pilot itu dan kemungkinan keduanya akan mendapatkan hukuman pelarangan terbang seumur hidup.

Komentar