Lampung

Pesisir Tengah Masih Butuh Pembangunan Fisik

Camat Pesisir Tengah, Siswandi. (Foto:Lampost/Yon fisoma)


KRUI (Lampost.co)--Sebagai pusat kota dan pusat pemerintahan kabupaten Pesisir Barat,  Kecamatan Pesisir Tengah, membutuhkan penataan dan pembangunan pusat perdagangan perputaran ekonomi terbesar di kabupaten itu yakni di Pasar Krui. 

Wilayah kecamatan juga masih membutuhkan pembangunan fisik peningkatan infrastruktur jalan yang menghubungkan antarpekon dan kelurahan.  Hal itu dikatakan Camat Pesisir Tengah, Siswandi,  kepada Lampost.co,  Senin (10/9/2018).



"Prioritas penataan pasar Krui dan peningkatan infrastruktur jalan yang menghubungkan akses antarpekon dan kelurahan, contohnya saat ini akses jalan dari lokasi wisata pantai Labuhan Jukung ke Jalinpanbar pekon Kampung Jawa kondisinya berlubang dan bergelombang,  tentunya butuh pembangunan peningkatan, " kata Siswandi.

Ia mengimbau kepada para peratin dan lurah yang ada di wilayah kecamatan itu agar dalam perencanaan pembangunan fisik yang akan dilakukan di pekon masing masing,  hendaknya berkoordinasi dengan Organisasi perangkat daerah (OPD)  terkait kabupaten itu dengan melibatkan pihak kecamatan.  

"Agar tidak terjadi tumpang tindih,  agar singkron dengan rencana dan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemkab.  Kan ada kebijakan kepala daerah yang tidak masuk dalam RPJM contohnya jalan di lingkungan pekon minimal lebarnya lima meter. Sekarangkan masih ada pembangunan pembangunan jalan lingkungan di pekon pekon yang ukuran lebar jalannya tidak mencapai lima meter,sehingga terlalu sempit hanya dapat dilalui kendaraan kecil dari satu arah saja, " kata camat. 

Ia juga mengatakan memastikan pembangunan infrastruktur fisik dari dana desa terlaksana dengan baik di enam pekon yang ada dalam wilayah kecamatan itu,  pihaknya secara rutin melakukan monitoring evaluasi ke pekon pekon.  "Rencananya minggu depan kami turun ke pekon  Pekon memastikan realiasi pembangunan fisik mereka yang saat ini rata rata mencapai 60 persen, " kata Siswandi.  

Komentar