Muda

Perlu Enggak Ikutan Tren Bahasa Gaul

Sejumlah mahasiswi berbincang menggunakan bahasa pergaulan karena dianggap lebih enak didengar dan mudah dipahami. LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Guys! Tahu enggak sih kalau setiap Oktober diperingati sebagai Bulan Bahasa. Selain berfungsi untuk berkomunikasi, bahasa juga menjadi salah satu identitas diri bangsa lo. Karena itu, kita tidak bisa main-main dengan bahasa.
Negara-negara maju seperti Jepang, mereka sangat menghargai bahasa mereka. Lantas bagaimana menurut kalian soal penggunaan bahasa gaul dan bahasa asing untuk percakapan sehari-hari. Kenapa harus menggunakan bahasa gaul dan bahasa asing. Bukankah menggunakan bahasa Indonesia juga baik bukan?
Menurut salah satu Sahabat Muda, Laila Rosita, pemakaian bahasa gaul tersebut lebih mengikuti tren sehingga sebagai anak muda harus update dan mengikuti perkembangan zaman. Selain itu juga menggunakan bahasa gaul karena mengikuti atau terbawa lingkungan sekitar.
"Jadi kalau teman-teman sudah pakai bahasa itu (gaul), otomatis kita juga ketularan deh, atau juga ngikutin gaya artis yang punya bahasa khas," ujar mahasiswi Institut Teknologi Sumatera itu.
Sedangkan untuk bahasa asing dalam percakapan, hal ini melihat konteks dan lawan bicara. Penggunaan bahasa asing juga lebih banyak yang umum dibicarakan dalam percakapan sehari-hari, seperti kata serapan atau kalimat yang lagi tren.
"Kan banyak juga ya bahasa asing yang akrab di kita, bahkan kita sudah latah mengucapkannya, contoh saja dalam penamaan alat-alat kosmetik, hampir semua kita menyebutnya dengan bahasa asing," ujar mahasiswi semester III itu.
Senada diungkapkan Novita. Menurutnya, penggunaan bahasa asing dalam percakapan anak muda itu baik dan sah-sah saja, selagi yang dibicarakan tidak mengandung sara. Menurutnya, dengan menggunakan bahasa asing untuk percakapan sehari-hari hal itu bisa melatih skill kemampuan berbahasa asing bagi anak muda itu sendiri.
"Karena kita juga dituntut untuk menguasai bahasa asing sehingga dengan percakapan sehari-hari itu lebih memudahkan kita," ujarnya.
Sedangkan untuk bahasa gaul, selama dalam batas wajar dan tidak semua kata diubah itu tidak masalah. Akan tetapi, menurutnya, akan lebih baik menggunakan bahasa Indonesia tanpa mengubah atau memelesetkannya.
"Kalau saya lebih suka pakai bahasa Indonesia yang wajar, baik suasana informal maupun formal," kata dia.
Ahmad Fatoni, pelajar SMA swasta di Kemiling, mengakui bahasa asing dan bahasa gaul sama-sama diperlukan untuk menyesuaikan diri di lingkungan sehingga sebagai anak muda harus paham dan mengerti bahasa asing.
"Kalau kita lagi ngobrol dengan sesama teman pakai bahasa Indonesia yang baku kan kurang enak juga, selama kita tahu tempatnya tidak masalah," ujarnya.
Begitu juga dengan bahasa asing, meski tidak menggunakan dalam percakapan sehari-hari, bahasa asing perlu dikuasai untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
"Mungkin jarang ya kalau percakapan pakai bahasa asing. Paling tidak kita paham apa yang diomongin, dan enggak ada salahnya juga kita pakai bahasa asing untuk memudahkan dan mengasah skill kita," kata dia.

Komentar