Opini

Peran TIK untuk Pendidikan

Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)

REVOLUSI dalam dunia pendidikan, menurut Eric Hasby, sudah berada pada tahap keempat. Pada tahap ini, pendidikan sudah waktunya untuk mempergunakan teknologi canggih sebagai hasil dari perkembangan bidang elektronik.

Pendidikan dalam semua aspek tidak lagi hanya mendiferensiasikan peran orang dewasa, tidak lagi mempergunakan bahasa tulis sebagai sarana pendidikan, dan juga tidak lagi hanya mempergunakan bahan cetak.



Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era sekarang sudah harus hadir, baik dari sisi pengelolaan, pelaksanaan, maupun monitoring serta evaluasi pendidikan.

TIK dalam pendidikan berfungsi sebagai sarana yang dapat dipergunakan untuk menyajikan dan mengomunikasikan semua informasi dalam bidang yang terkait dengan pendidikan. Penerapan TIK sekarang ini sudah menjadi kebutuhan lembaga pendidikan. Sebab, teknologi akan memberikan kemudahan dalam menjalankan semua kegiatan dalam sebuah program, meningkatkan kredibilitas, akuntabilitas, efisiensi, dan produktivitas pengelolaan pendidikan.

Dengan TIK, pendidikan akan mudah menata, mengolah, dan menyimpan data serta membaginya kepada pihak-pihak yang memerlukan. Di sisi lain, pendidikan yang mengikuti perkembangan TIK dan memanfaatkannya dengan bijak akan berperan serta dalam membiasakan dan menyiapkan peserta didik untuk paham dan bersikap positif, sehingga mereka tidak gagap terhadap kemajuan teknologi yang semakin tidak terbendung.

Masalah-masalah pendidikan tidak dapat lagi diselesaikan dengan pendekatan tradisional dan konvensional, yang sekadar memanfaatkan ide-ide kreatif SDM, tetapi harus disertai dengan pemanfaatan teknologi. Sumber daya manusia memiliki keterbatasan dalam menyimpan, mengolah, dan memanfaatkan daya kreasinya sehingga diperlukan teknologi untuk membantunya dalam mencari solusi masalah. Dengan teknologi, sumber daya manusia akan produktif dan apa yang ia hasilkan akan efektif dan efisien.

Optimalisasi TIK

Apakah pemanfaatan TIK dalam pendidikan sudah maksimal? Penggunaan teknologi pada bidang pendidikan oleh sebagian tenaga pendidik dan tenaga kependidikan baru dianggap sebatas menggunakan komputer untuk mengetik sebuah dokumen, misalnya program kerja, surat, silabus, soal, dan perencanaan pembelajaran.

Masih jarang di antara mereka yang menempatkan teknologi lebih dari itu, khususnya dalam memaknakan teknologi sebagai TIK dalam pendidikan, baik sebagai suplemen, komplemen, maupun subtitusi. Sebab, beberapa di antara mereka masih ada yang belum paham akan manfaat dan nilai lebih dari TIK, bahkan mereka memang tidak memiliki kompetensi untuk memanfaatkannya dalam pembelajaran.

Sebenarnya, pemerintah sudah berupaya supaya internet dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal itu bertujuan memudahkan peserta didik dan tenaga pendidik serta kependidikan dalam mencari sebanyak mungkin informasi dan pengetahuan dari teknologi. Mulai dari perpustakaan online, laboratorium virtual, forum diskusi online, aplikasi materi, soal dan pembahasan, hingga kelas online.

TIK dan Minat Belajar

Bagi pendidik, adanya TIK dapat dipakai untuk menggali informasi yang lebih dalam tentang materi yang akan disampaikan, dapat memberikan stimulus kepada siswa untuk belajar dan menciptakan kelas yang kondusif dan terkontrol sehingga mereka dapat belajar baik secara individual, personal, dan kelompok.

Memanfaatkan berbagai media yang diperoleh dari jaringan TIK yang ada dapat memberikan efek bervariasi,  sehingga peserta didik tidak terpaku pada penjelasan guru saja, tetapi juga memberi ruang bagi peserta didik untuk menuangkan dan menggunakan semua keinginan dan perasaan serta mencoba melakukan kegiatan-kegiatan yang akan membentuk pengalaman belajar. Dengan demikian, akan tumbuh motivasi dan minat belajar.

Bagi peserta didik, manfaat yang didapat jika dibelajarkan dengan TIK juga sangat besar lantaran banyak sumber belajar yang sangat mungkin untuk diakses dan dipelajari. Akhirnya, wawasan yang dimiliki luas karena mereka bisa mendapatkan informasi secara global. Memahami materi apa pun akan menjadi sangat mudah, karena banyak aplikasi yang memberikan fasilitas dari teori sampai praktik dengan contoh soal dan penyelesaian.

Bahkan, akan lebih mudah dan cepat mempelajari materi melalui TIK dibandingkan melalui guru. Pendidikan sepanjang waktu akan tercipta, karena peserta didik dapat belajar dengan tidak mengenal tempat dan waktu. Peserta didik dan siapa pun yang ingin terus belajar dan menerapkan konsep belajar sepanjang waktu akan terpenuhi, karena adanya berbagai layanan pendidikan online dan model-model pembelajaran jarak jauh lainnya.

Sampai kapan pun, pendidikan akan terikat dan membutuhkan teknologi. Oleh karena itu, pendidikan harus mampu memberikan ruang dan waktu untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang ada di dalamnya agar paham dan akrab dengan teknologi. Penggunaan teknologi dalam pendidikan secara tepat akan membantu memajukan kualitas pendidikan. Semoga.

Komentar