Pemilu 2019

Penyelenggara dan Peserta Pemilu Dituntut Kreatif Rangkul Kaum Milenial

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Lampung, Toni Wijaya. (Foto: Dok)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Penyelenggara dan peserta pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2018 dituntut untuk kreatif dalam malakukan sosialisasi dan pergerakan di kalangan generasi muda atau kaum milenial agar berpartisipasi aktif dalam memberikan suaranya.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Lampung, Toni Wijaya berpendapat bahwa basis masa kaum milenial tingkat partisipasi memilihnya rendah. Maka dari itu diperlukan trobosan-tronosan yang kreatif bagi penyelenggara dan peserta pemilu.



"Pendekatan untuk pemilih milenial ini beda. Mereka jarang sekali mau dikumpulkan disuatu tempat lapangan atau alun-alun. Maka dari itu pendekatannya berbasis teknologi internet, media sosial dan rasionalitas atau logika," katanya kepada Lampost.co, Minggu (9/9/2018).

Dia mengatakan bahwa basis masa kaum muda atau generasi milenial ini bukanlah pemilih yang transaksional dan tidak mudah tergoda dengan politik uang dalam menentukan pilihan. Namun berdasarkan penilaian yang rasional dan visi-misi kedepan.

"Mereka ini pada prinsipnya kalau ada yang disukai maka akan memilih. Namun kalau tidak suka dengan kondisinya maka tidak memilih sama sekali atau golput. Kemudian mereka enggak suka dengan pendekatan yang konvensional atau kuno. Maka pendekatanya harus kreatif," kata Akademisi Ilmu Komunikasi FISIP Unila ini.

Komentar