Pemilu 2019

Pengumuman Diri Bacaleg Tersandung Kasus Hukum Semestinya Sebelum DCS

Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)

PESAWARAN (Lampost.co) -- Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran Ryan Arnando menanggapi adanya pengumuman diri salah satu bakal calon legeslatif (bacaleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hipni Idris yang tersandung kasus dugaan penyalahgunaan narkoba dan kasus korupsi menjadi pertanyaan, apakah atas kemaun sendiri atau hasil konsultasi dengan KPU Pesawaran.

"Awalnya berkas, Hipni Idris dinyatakan lengkap, seperti tercantum SKCK dari kepolisian dan keputusan Pengadilan Negeri Tanjungkarang tanpa catatan, maka diloloskan dalam daftar calon sementara (DCS) bacaleg," kata Ryan Arnando, Rabu (5/9/2018).



Dia menjelaskan, setelah di buka ruangan publik baru, diketahui bahwa yang bersangkutan tersandung kasus penyalagunaan narkoba dan dugaan korupsi sehingga Polres Pesawaran membuat SKCK baru dengan catatan khusus pada SKCK yang baru, yang berisi Hipni Idris tersandung kasus penyalahgunaan narkoba dan korupsi.

"Terkait adanya pengumuman diri yang bersangkutan, Hipni Idris di media apakah atas kemauan sendiri atau hasil klarifikasi KPU dengan partai pengusung, silahkan ditanyakan langsung ke KPU. Semestinya pengumuman di media dilakukan bacaleg sebelum ditetapkan daftar calon sementara (DCS)," ujarnya.

Komentar